Andre Gerindra Minta Pupuk Indonesia Lapor DPR Jika Dapat Tekanan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 15:28 WIB
Anggota F-Gerindra DPR Andre Rosiade
Andre Gerindra/Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, direksi Pupuk Indonesia mendapatkan masukan agar mampu merambah industri Petrokimia sebagai industri masa depan. Namun perusahaan pelat merah ini harus memastikan mengantongi saham mayoritas dan jangan takut pada tekanan oknum pejabat.

Hal tersebut terungkap dalam rapat yang digelar di kompleks parlemen, Senin (30/6/2020). Anggota Komisi VI Andre menyatakan Pupuk Indonesia harus membuat inovasi agar mampu bersaing dengan kompetitor dari luar negeri.

"Saya ingin agar grup Pupuk Indonesia bisa fokus untuk membangun bisnis petrokimia. Ini yang perlu menjadi catatan. karena bisnis pupuk ke depan semakin sulit untuk berkompetisi," kata Andre dalam keterangannya yang dikutip Selasa (30/6/2020).

Andre mengatakan, tantangan terbesar dari Pupuk Indonesia adalah harga gas di luar negeri yang lebih murah dari Indonesia.

"Tapi kita harus tetap mayoritas pemegang saham. Jangan sampai kita mencari strategi partner, tapi kita mejadi minoritas. Karena saya tahu dari sisi likuiditas pupuk Indonesia grup memiliki uang yang cukup dan mampu untuk menjadi mayoritas. Karena masa depan industri itu adalah petrokimia," kata Andre.

Andre lantas menyatakan siap membentengi Pupuk Indonesia seandainya mendapatkan intervensi dalam ekspansi industri itu.

"Ini bisnis yang jangan sampai kita tertinggal. Bahkan saya ingatkan kalau ada pejabat negera yang mengancam agar partnernya itu mayorits dan pupuk minoritas, maka laporkan ke komisi VI. Kita gebuk pejabat negara itu. Ini penting," tutur Andre.

Dalam RDP ini, turut hadir Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat.

(fjp/tor)