Round-Up

Saat Jokowi Siap Pertaruhkan Reputasi demi Anak Negeri

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 08:58 WIB
Jokowi
Presiden Jokowi (Screenshot)

Jokowi lalu memaparkan mengenai pertumbuhan ekonomi yang diprediksi melemah drastis di masa pandemi COVID-19 ini. Dalam situasi seperti ini, Jokowi melihat justru masih ada pejabat yang bekerja biasa-biasa saja.

"Kalau saya lihat bapak-ibu dan saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra-luar biasa, extraordinary. Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya. Jadi, tindakan-tindakan kita, keputusan-keputusan kita, kebijakan-kebijakan kita, suasananya harus suasana krisis. Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini?" tegas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan jajarannya untuk tidak memakai hal-hal standar dalam suasana krisis. Menurut dia, manajemen krisis pun sudah berbeda semuanya.

"Kalau perlu kebijakan perppu, ya perppu saya keluarkan. Kalau perlu perpres, ya perpres saya keluarkan. Kalau saudara-saudara punya peraturan menteri, keluarkan untuk menangani negara, tanggung jawab kita kepada 267 juta rakyat kita. Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. 'Ini apa nggak punya perasaan?' Suasana ini krisis," tutur dia.

Dia kemudian bicara panjang lebar mengenai belanja-belanja di kementerian yang belum dikeluarkan. Salah satu yang disoroti Jokowi adalah pembayaran tunjangan dokter dan tenaga medis hingga bantuan sosial.

"Di bidang ekonomi juga sama. Segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha kecil, usaha mikro, mereka nunggu semuanya. Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, nggak ada artinya. Berbahaya sekali kalau perasaan kita seperti nggak ada apa-apa. Berbahaya sekali," imbuh dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3