Round-Up

Emosi Kemarahan Orang Tua Gegara Aturan PPDB Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 06:30 WIB
Demo di Balai Kota DKI
Foto ilustrasi Orang Tua Demo karena PPDB DKI: Muhammad Ilmah Nafi'an/detikcom

Sistem Zonasi Membuat Siswa 'Down'

Tak hanya itu, sebagian orang tua mengatakan anaknya mengalami 'down' ketika tidak bisa masuk sekolah yang dinginkannya. Hal ini juga menjadi salah satu alasan orang tua siswa emosi karena sistem ini.

"Iya, kerugiannya, otomatis anak kita tadinya semangat untuk dapat sekolah negeri tiba-tiba dengan keputusan ini jadi down. Anakku sudah down," kata warga Pejaten, Neneng Kurnia, saat menceritakan anaknya tidak bisa mendaftar di PPDB Jakarta jenjang SMP karena usia tidak memenuhi syarat.

Neneng menyebut usia anaknya saat ini 12 tahun 18 hari. Neneng mengatakan tidak setuju dengan sistem jalur zonasi dengan syarat usia yang dianggapnya sangat menyulitkan.

"Hari ini dia jatuhnya 12 tahun 8 hari. Kalau untuk jalur zonasi masih dilihat jarak sih dekat untuk anak saya daftar ke sekolah. Masalahnya ini jalur zonasi sekarang ini yang dilihat usia. Saya tidak setuju, menyulitkan," ucap Neneng.

Neneng menilai sistem ini tidak adil untuk anak-anak yang betul-betul gigih dalam belajar. Neneng menyebut semua anak berhak mendapatkan sekolah terbaik tanpa harus membedakan usia muda dan tua.

Sebelumnya, sejumlah orang tua siswa juga sudah melakukan aksi demo di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/6) lalu. Mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghapus sistem zonasi dan batas usia di PPDB Jakarta.


(zap/azr)