FPI dkk Serukan Siaga I Jihad Qital, MUI Sarankan Jihad Bil Ro'yi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 17:18 WIB
Munarman saat menghadiri aksi damai 2 Desember di Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016).
Munarman (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) mengeluarkan instruksi nasional untuk merespons adanya anggapan kelompok komunis yang hendak mencoba mengganti Pancasila. Aliansi tersebut bahkan mengumandangkan jihad qital apabila ada serangan dari 'kaum komunis trisila dan ekasila'.

Instruksi nasional itu dikeluarkan Jumat (26/6/2020). Di bawah surat tersebut tertera sejumlah logo dari sejumlah ormas, mulai FPI, LPI, dan lainnya. Salinan instruksi itu didapat detikcom dari Sekum FPI Munarman.

Berikut isi lengkap instruksi nasional tersebut:

Instruksi Nasional
Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI)

KOMANDO SIAGA I

Merespons perkembangan gerombolan Komunis Trisila dan Ekasila yang terus-menerus merongrong untuk mengganti Pancasila dan mengerahkan massanya yang mengancam eksistensi Pancasila sebagai dasar negara dan indikasi bangkitnya komunis gaya baru yang akan membahayakan keselamatan bangsa Indonesia, maka kami menginstruksikan kepada seluruh komponen anak bangsa termasuk Pemuda, Pemudi dan seluruh Laskar yang bernaung di setiap ormas:

1. Untuk mengadakan apel siaga bagi seluruh rakyat Indonesia untuk ganyang komunis
2. Selalu waspada dan siaga I untuk sewaktu menghadapi serangan gerombolan trisila dan ekasila
3. Kumandangkan jihad qital apabila serangan dilakukan oleh kaum komunis trisila dan ekasila
4. Sosialisasikan terus ciri komunis trisila dan ekasila beserta bahayanya ke seluruh pelosok daerah agar segenap rakyat Indonesia tahu dan waspada
5. Jangan pernah gentar dan ragu

Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah Marsudi Suhud lantas menanggapi instruksi nasional ANAK NKRI. Dia awalnya mengingatkan mengenai kemerdekaan Indonesia yang dibangun oleh banyak elemen.

"Yang pertama-tama harus diingat bahwa kita sesama orang Indonesia, bahwa kita sesama bangsa yang minum dari air Indonesia bahwa kita sama-sama, mbah-mbah buyut kita, pendahulu kita itu berjuang untuk kemerdekaan Indonesia yang kemudian kita sekarang menikmati kemerdekaannya, maka siapa saja yang sebangsa dan setanah air yang satu wathoniyah, yaitu wathoniyah bangsa Indonesia mempunyai persoalan apa saja hendaknya dihadapi dengan cara-cara yang baik," kata Marsudi saat dihubungi, Jumat (26/6/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3