Respons Jemaah soal Salat Jumat 2 Gelombang di Masjid Nurul Islam Koja

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 14:23 WIB
Salat Jumat 2 Gelombang di Masjid Nurul Islam Koja
Salat Jumat 2 Gelombang di Masjid Nurul Islam Koja (Foto: Tiara/detikcom )

Sementara itu, jemaah bernama Faisal Amri (22) mengaku sudah dua kali melaksanakan salat Jumat di masjid Nurul Islam. Ia pun setuju dengan penerapan salat Jumat dua gelombang ini.

"(Sudah) dua kali. 2 minggu lalu sama minggu sekarang. Bagus sih jadi untuk menghindari COVID buat mengurangi penularan begitu jadi ada buat protokol kesehatan ada dua kali," jelas Faisal.

Selain itu, Faisal merasa puas dengan kinerja petugas yang selalu memastikan penerapan protokol kesehatan saat memasuki masjid. Faisal pun bercerita bahwa dirinya sempat dilarang masuk masjid karena tidak memakai masker.

"Jadi sebelum masuk ada pengecekan suhu kayak begitu tuh (nunjuk petugas) dikasih hand sanitizer, dulu aku (waktu) pertama kali (salat) nggak pakai masker disuruh pulang (dulu). Mau nggak mau harus pakai dulu baru boleh masuk," ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan jemaah lain bernama Bayu Aditya (23). Dia mengapresiasi petugas masjid dalam mengatur jemaah dan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan.

"Bagus, bagus pengaturannya. Diterapin kayak gibi lebih bagus terjaga juga biar nggak ada yang tertular. Pakai masker, terus jaga jarak. Sajadah bawa sendiri," ucap Bayu.

Seperti diketahui, Masjid Nurul Islam hari ini kembali menggelar salat Jumat 2 gelombang. Pihak masjid mengatur akses keluar-masuk jemaah untuk mencegah kerumunan.

"Iya inshaallah kalau jemaahnya jumlahnya masih kayak kemarin ya kita laksanakan dua gelombang," kata Kepala Masjid Nurul Islam, Harijanto, di Masjid Nurul Islam, Jumat (26/6).

"Sehingga, hari ini kita tegaskan lagi bahwa nanti keluarnya, mereka kan keluarnya lewat pintu yang sama, tapi (nanti) keluarnya lewat belakang. Jadi, gelombang kedua masuknya lewat sini, terus bagi yang gelombang 1 keluarnya lewat belakang, sehingga sandal yang tadinya dilepas di sana itu otomatis dipaksakan harus dibawa ke dalam masjid. Nanti kita kasih itu kantong kresek," sambungnya.

Halaman

(knv/knv)