Awas, Modus Penipuan Mengaku dari Pinjaman Online Kerap Terjadi!

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 14:05 WIB
Ilustrasi Penipuan Online
Foto: shutterstock
Jakarta - Di zaman yang sudah maju ini, teknologi semakin mumpuni untuk melakukan segala bentuk transaksi. Namun, hal itu kadang-kadang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melancarkan kejahatan dan penipuan seperti mengaku dari sebuah pinjaman online.

Di masa pandemi kali ini, memang ekonomi masyarakat sedang dalam kondisi terdampak. Penghasilan pun bisa dikatakan tidak menentu bagi sebagian orang, bahkan ada sebagian yang mencari dana lewat aplikasi pinjaman online (pinjol) lewat smartphone. Ini dikarenakan prosesnya yang instan dan juga tanpa barang jaminan, sehingga ada saja orang yang memanfaatkan hal tersebut untuk meminjam dana tanpa memperhatikan bunganya yang sangat tinggi.

Satu hal yang mesti disadari, ada saja oknum yang memanfaatkan hal ini untuk bertindak kejahatan dengan mengaku-ngaku sebagai orang dari sebuah pinjol. Kebutuhan yang mendesak masyarakat akan dana dimanfaatkan sebaik mungkin oleh oknum-oknum ini untuk meraup rupiah dengan cara yang tidak baik.

Dilansir dari website resmi Bank BCA, makin ke sini cara penipuan juga makin ada-ada saja. Seperti oknum bandel yang menghubungi korbannya dengan mengatasnamakan operator pinjol. Ada pula yang menggunakan nomor palsu Call Center atau SMS resmi untuk membuat calon korbannya terkecoh. Ada juga oknum yang nekat menggunakan nomor biasa tapi mengaku-ngaku dari contact center.

Supaya calon korban percaya, para tukang tipu memanipulasi pisikologis calon korban (social engineering) dengan mengiming-imingi kenaikan plafon pinjaman, diskon bunga pinjaman, atau apapun sehingga calon korban 'tersihir magis'.

Mereka pun pasti biasanya menggunakan modus untuk alasan administrasi atau verifikasi data proses pinjaman dengan meminta nomor kartu ATM dan kode OTP yang dikirim via SMS ke nomor handphone calon korbannya. Padahal kode OTP ini diibaratkan sebagai benteng dari rekening nasabah, kalau si oknum mendapatkannya, maka jangan heran kalau tiba-tiba rupiah di rekening melayang.

Tidak hanya dari pinjol lho, ada juga oknum yang memanfaatkan modus yang lazim dilakukan seperti menang undian, DM lewat sosmed, pura-pura beli barang lewat chat, menawarkan bantuan, mengirim barang, dan kejahatan lainnya. Dari semua kejahatan tersebut, para oknum hanya mengincar satu tujuan yaitu mendapatkan nomor kartu ATM dan kode OTP korbannya. Hii seram..

Lalu, bagaimana nih caranya agar terhindar dari penipuan tersebut? Pastinya jangan sekali-kali menanggapi kalau ada WA, SMS atau telepon yang menawarkan iming-iming apapun kalau tidak mau jatuh ke lubang kejahatan ini.

Adapun para oknum penipu ini mengincar informasi data perbankan dengan meminta data nomor kartu ATM dan kode OTP. Nah, supaya si 'mangsanya' memberikan kode OTP tersebut, si pemangsa biasanya menyebut kode OTP dengan kode promo, kode bonus atau sebutan lainnya supaya korbannya tertarik.

Jadi sudah saatnya sekarang jadi Generasi Anti Modus! Bila ada oknum-oknum yang mencoba melakukan hal tersebut, jangan pernah berikan data-data tersebut ke siapapun, bahkan ke pihak yang mengatasnamakan pinjol, contact center atau lembaga apapun itu.

Bila menemukan hal-hal tersebut segeralah untuk melapor ke pihak berwajib dan untuk para nasabah Bank BCA, apabila menemukannya segeralah hubungi Halo BCA di 1500888. Untuk info lebih lanjut, bisa lihat juga di sini. (ega/ega)