Tinjau Bandara Soetta, Menhub Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 21:49 WIB
Kemenhub
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Bandara Soekarno-Hatta pada hari ini, untuk memastikan langsung penerapan protokol kesehatan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penerapan protokol kesehatan yang dimaksud, harus sesuai dengan Permenhub 41/2020 dan SE 13/2020.

"Saya datang ke Bandara Soekarno-Hatta untuk memastikan protokol kesehatan telah diterapkan sesuai Permenhub 41/2020 dan SE 13/2020 tentang Pengendalian Transportasi Udara dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di masa adaptasi kebiasaan baru ini," jelas Budi Karya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2020).

Menurut Budi Karya, masa adaptasi kebiasaan baru merupakan masa di mana masyarakat bisa tetap produktif melakukan aktivitasnya, termasuk aktivitas untuk bertransportasi. Namun harus tetap aman dari penularan COVID-19, karena sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya dan belum diketahui sampai kapan akan berakhir.

Dalam tinjauannya, Budi Karya juga mengecek penerapan protokol kesehatan dari titik keberangkatan penumpang pesawat, pemeriksaan suhu badan, pengecekan dokumen, pada saat check in, saat menunggu boarding, hingga naik ke pesawat.

"Saya ingin memastikan juga pengawasan dan pengendalian oleh petugas di lapangan telah dijalankan baik dalam situasi normal maupun saat ada lonjakan penumpang atau pengunjung," ungkap Budi Karya.

Kemudian, Budi Karya juga melakukan rapat koordinasi bersama semua stakeholder penerbangan seperti operator bandara, maskapai, operator navigasi, otoritas bandara, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, serta pihak terkait lainnya. Hal itu untuk memastikan semua pihak telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

"Saya sampaikan kepada para operator Bandara maupun maskapai agar bisa menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai pengguna memiliki experience yang tidak baik misalnya tidak ada jaga jarak, berdesak-desakan, dan pengalaman tidak menyenangkan lainnya. Kalau itu terjadi mereka nanti akan kapok untuk datang ke bandara dan yang rugi adalah operator juga," jelas Budi Karya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Karya juga turut mengapresiasi Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang telah memanfaatkan teknologi digital dalam pemeriksaan dokumen dengan aplikasi bernama 'Travelation'. Melalui aplikasi tersebut, Calon penumpang pesawat dapat mengunggah dokumen seperti KTP, tiket penerbangan, dan surat hasil rapid test atau PCR secara daring. Dia pun mendorong pemanfaatan digitalisasi tidak hanya dapat dilaksanakan pada sektor angkutan udara, tetapi bisa dilakukan juga di sektor transportasi darat, laut, dan kereta api.

(akn/ega)