Round-Up

8 Instruksi Jokowi di Surabaya Saat Kunjungan Kerja Perdana Selama Corona

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 21:02 WIB
Presiden Jokowi bertolak ke Jawa Timur.
Presiden Jokowi saat bertolak ke Jawa Timur. (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Satu Manajemen Penanganan Corona

Jokowi menyebut Surabaya Raya menjadi daerah dengan angka penyebaran virus Corona tertinggi di Indonesia. Untuk itu, Jokowi meminta agar Surabaya Raya dapat dijaga dan dikendalikan.

"Saya lihat memang yang paling tinggi adalah di Surabaya Raya. Ini adalah wilayah aglomerasi yang harus dijaga terlebih dahulu, dikendalikan terlebih dahulu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan perlu diterapkan satu manajemen penanganan Corona di Surabaya dan daerah-daerah di sekitarnya. Arus keluar-masuk warga perlu diatur secara komprehensif.

"Nggak bisa Surabaya sendiri nggak bisa. Gresik harus dalam satu manajemen, Sidoarjo harus dalam satu manajemen, dan kota/kabupaten yang lain," kata Jokowi.

"Karena arus mobilitas itu yang keluar masuk adalah bukan hanya dari Surabaya, tapi daerah juga ikut berpengaruh terhadap naik dan turunnya angka COVID ini," sambungnya.

Jokowi juga mengatakan dirinya telah meminta Pangkogobwilhan II membantu penanganan. Salah satunya melakukan sinergi antar-rumah sakit.

"Hari ini saya sudah meminta pada Pangkogobwilhan II untuk membantu secara penuh, terutama dalam mensinergikan, menangani langsung rumah sakit darurat dan mensinergikan dengan rumah sakit-rumah sakit rujukan," kata Jokowi.

Menurutnya, sinergi rumah sakit ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di satu rumah sakit.

"Dipilahkan mana yang berat mana yang ringan, penempatannya di rumah sakit yang mana. Sehingga semuanya tidak masuk dalam satu titik dan tidak dipisah-pisahkan dan tidak menumpuk pasien itu di satu rumah sakit sementara yang lain masih banyak yang kosong," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6 7