Round-Up

Ulah Pengantar Jenazah Pengeroyok Petugas Dishub Berujung Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 20:02 WIB
Potongan video viral petugas Dishub dikeroyok pengantar jenazah di Bulukumba, Sulsel.
Potongan video viral petugas Dishub dikeroyok pengantar jenazah di Bulukumba, Sulsel. (Foto: dok. Istimewa)


2 Pelaku Jadi Tersangka

Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka di kasus pengeroyokan terhadap seorang petugas Dishub Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

"Sementara tersangkanya ada dua orang," ujar Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Berry Juana Putra saat dimintai konfirmasi, Kamis (25/6/2020).

Kedua tersangka masing-masing bernama Riko (23) dan RS (16). Keduanya diamankan di kediaman masing-masing di Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, pada Senin (22/6), beberapa jam setelah insiden pengeroyokan.

Menurut Berry, tersangka Riko saat ini sudah ditahan. Sedangkan tersangka RS menjalani proses diversi lantaran masih di bawah umur.

"Tersangkanya dua, cuma satunya anak di bawah umur. Jadi kita harus diversi, terus yang satunya lagi sudah kita tahan," terang Berry.



Kedua tersangka kini dijerat dengan Pasal 170 KUHP subsider Pasal 351 ayat 1 KUHP. "Ancaman 5 tahun 6 bulan penjara," pungkas Berry.

Kesal Perjalanan Dihalangi

Polisi mengatakan pengeroyokan ini terjadi karena pelaku kesal perjalanannya dihalangi korban.

"Dia mengatakan korban telah menghalangi jalan," ujar Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Berry Juana Putra saat dihubungi, Kamis (25/6/2020).

Berry mengatakan kejadian bermula saat salah seorang pengantar jenazah menegur serta menepuk tangan korban. Tak terima ditepuk, korban lantas turun dari kendaraan dan menghampiri pengantar jenazah tersebut.

"Dia menyampaikan memang pada saat itu dia antar jenazah pamannya, kemudian waktu itu pegawai Dishub ini melintas dan sempat ditegur oleh pelaku kan, ditepuk tangannya, disampaikannya 'minggir' gitu, kan," ujar Berry.

"Jadi yang pegawai Dishub ini tidak terima dia dipukul tangannya, makanya dia samperin, dia hampiri, langsung yang memukul tangannya itu kembali memukul kepalanya (kepala korban)," terang Berry.



Tak lama kemudian, lanjut Berry, sejumlah pengantar jenazah lainnya ikut serta mengeroyok korban. Korban sempat mundur tapi tetap diikuti para pelaku dan kembali melakukan pemukulan.

"Begitu dan diikuti sama teman-temannya," kata Berry.

Halaman

(aan/idn)