Dirut BPJAMSOSTEK Kunjungi Kacab Depok, Cek Disiplin Protokol Kesehatan

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 13:15 WIB
BPJamsostek
Foto: dok BPJAMSOSTEK
Depok -

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto, meninjau pelayanan tanpa kontak fisik (Lapak Asik) di kantor BPJAMSOSTEK cabang Depok. Kantor wilayah BPJAMSOSTEK Depok ini merupakan salah satu cabang yang memiliki beban paling besar karena berada di kota penyangga Jakarta.

Ia menyebutkan BPJSAMSOSTEK sudah menerima 1,038 juta kasus klaim Jaminan Hari Tua (JHT) selama Januari hingga 22 Juni 2020. Selama masa pandemi memang meningkat tajam seiring banyaknya karyawan ter-PHK semasa pandemi ini.

"Hari ini kita melakukan kunjungan bersama tim dan juga Ombudsman untuk memastikan operasional dan pelayanan BPJAMSOSTEK tetap berjalan meskipun ada wabah kondisi penyakit menular seperti saat ini. Kita juga ingin memastikan bahwa protokol kesehatan sudah diterapkan dengan baik dan disiplin di lingkungan BPJAMSOSTEK. Jumlah tenaga kerja yang berhenti dari kepersertaan BPJSAMSOSTEK ada peningkatan. Jadi kami tengarai ada lonjakan klaim. Sehingga kami harus menyiapkan infrastruktur pelayanan agar bisa melayani dengan sebaik-baiknya," kata Agus di kantor cabang BPJAMSOSTEK Depok, Kamis (25/6/2020).

Oleh karena itu, BPJAMSOSTEK sigap melayani para peserta yang ingin mengajukan klaim melalui layanan Lapak Asik ini. Lapak Asik terdiri dari 3 kanal yaitu kanal online, offline dan kolektif. Protokol Lapak Asik ini sudah diperkenalkan BPJAMSOSTEK sejak Maret 2020.

"Kita menyiapkan 3 kanal layanan. Kanal tersebut kita sebut dengan sebutan kanal Lapak Asik. Ini sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan physical distancing. Jadi ini sepenuhnya dikerjakan melalui internet," ungkapnya.

Untuk kanal online, para peserta bisa mengakses antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. Namun bagi peserta yang kesulitan dalam menggunakan kanal online, BPJAMSOSTEK juga menyediakan layanan secara offline di seluruh kantor wilayah yang ada di Indonesia.

Para peserta juga tak perlu khawatir karena meski membuka kanal offline, tapi tetap mengedepankan protokol kesehatan. Berdasarkan peninjauan, Agus mengungkapkan bahwa layanan Lapak Asik di kantor BPJAMSOSTEK cabang Depok ini sudah cukup baik.

BPJamsostekBPJamsostek Foto: Faidah Umu Sofuroh/detikcom

Lapak Asik ini juga one to many yang artinya satu customer service bisa melayani 4-5 orang sekaligus dalam satu waktu. Sehingga bisa meningkatkan kapasitas dan proses pelayanan. Selain itu, Lapak Asik offline ini juga tidak mempertemukan petugas BPJAMSOSTEK dan peserta secara langsung.

Kantor wilayah BPJAMSOSTEK Depok menyediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.

"Untuk menghindari kerumunan, kita terapkan layanan tanpa kontak fisik secara one to many. Artinya satu customer service ini melayani antara 4-6 orang sekaligus pada waktu bersamaan. Jadi kita sudah tidak melayani pelayanan tatap muka secara langsung tapi kita lakukan dengan fasilitas video conferencing," paparnya.

Selain itu, BPJSAMSOSTEK juga menjemput bola dengan kanal kolektif. Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya.

Dengan adanya klaim kolektif ini pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan.

Meski masih melakukan pelayanan offline, tapi Agus menyarankan untuk menggunakan layanan online terlebih dahulu karena lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa perlu ke kantor cabang. Ia juga mengatakan Lapak Asik ini akan terus diterapkan ke depannya kendati nantinya pandemi COVID-19 ini berakhir.

"Ini rencananya akan kita terapkan terus sampai ke depan nanti, tidak hanya sementara karena Corona tapi memang sudah kita rencanakan, kita akan memberdayakan, mengoptimalkan teknologi terkini yang ada, dan ke depan kita akan lebih fokus kepada teknologi driven di BPJAMSOSTEK," pungkasnya.

Tonton video 'Jokowi Ajak Semua Pihak Miliki Perasaan yang Sama Soal Corona':

(ega/ega)