Demo PA 212 Minta Sidang MPR Berhentikan Jokowi, Golkar: Nggak Nyambung!

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 05:16 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily. (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta -

Partai Golkar turut angkat bicara terkait desakan dari masa demo Persaudaraan Alumni (PA) 212 agar MPR menggelar sidang istimewa untuk memberhentikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Golkar mengatakan permintaan itu tidak nyambung.

"Jaka sembung alias tidak nyambung. Tidak ada kaitannya RUU HIP ini dengan Presiden Jokowi," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Rabu (24/6/2020).

Ace mengatakan RUU HIP itu merupakan inisiatif DPR. Pembahasan itu pun sampai saat ini tidak dilanjutkan karena Presiden Jokowi tidak mengirimkan utusan untuk datang. Dia menyebut desakan itu salah alamat.

"RUU HIP ini kan jelas merupakan RUU inisiatif DPR. Ketika pemerintah tidak mengirimkan untuk ditindaklanjutinya dalam pembahasan, maka RUU HIP ini tidak bisa dilanjutkan pembahasannya. Jadi desakan untuk menggelar Sidang Istimewa kepada MPR untuk memberhentikan Presiden Jokowi jelas salah alamat," ujarnya.

Desakan itu merupakan tuntutan aksi dari PA 212 yang digelar Rabu (24/6) siang di depan Gedung DPR. Tuntutan tersebut dibacakan oleh Ketua Pelaksana Pergerakan Aksi PA 212 dkk Edy Mulyadi dalam orasinya. Ada 4 tuntutan yang dibacakannya.

"Kita minta mendesak agar MPR menggelar sidang istimewa untuk memberhentikan Presiden Jokowi," kata Edy dalam orasinya.

Tonton video 'Tolak RUU HIP, Gabungan Ormas Islam Demo di Gedung DPR:

Selanjutnya
Halaman
1 2