Sejarah Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 17:18 WIB
Saudi Arabias King Salman (2nd L, top) takes part in a welcoming ceremony upon his arrival at Vnukovo airport outside Moscow, Russia October 4, 2017. REUTERS/Sergei Karpukhin
Foto: REUTERS/Sergei Karpukhin
Jakarta -

Arab Saudi merupakan negara paling luas di Jazirah Arab yang terkenal sebagai salah satu negara eksportir minyak bumi terbesar di dunia. Selain itu, negara dengan bentuk pemerintahan monarki ini juga sangat kondang seantero dunia karena terdapat dua kota Makkah dan Madinah.

Kedua kota ini sangat disucikan dalam agama Islam. Setiap tahun terutama dalam musim haji, dua kota ini dipadati umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

Kerajaan Arab Saudi yang kita kenal saat ini baru terbentuk pada 23 September 1932. Namun sebenarnya jika ditelusuri, awal abad ke-18 telah muncul negara Saudi pertama. Berikut sejarah berdirinya kerajaan Arab Saudi.

1. Negara Saudi pertama
Seorang ulama bernama Muhammad bin Abdul Wahhab mengajarkan pemahaman pemurnian agama. Karena banyak yang menentangnya, Abdul Wahhab mencari perlindungan. Dia lantas menjalin aliansi dengan pemimpin lokal bernama Muhammad bin Saud sejak 1726.

Dikutip dari Encyclopedia Britannica, koalisi ini berkembang pesat terutama soal ekspansi militer. Satu per satu musuh ditaklukkan. Saat Abdul Aziz menggantikan ayahnya Muhammad bin Saud yang mangkat pada 1765, aliansi dengan Abdul Wahhab tetap terjaga. Bahkan Abdul Wahhab berperan besar sebagai pengendali administrasi sipil negara tersebut.

Abdul Aziz sendiri didampingi putranya Saud, memilih melakukan ekspansi ke kota-kota lainnya. Pada 1788, negara Saudi ini menguasai wilayah dataran tinggi Najd. Abdul Wahhab wafat empat tahun kemudian. Namun kekuasaan aliansi ini sudah meluas sampai ke sebagian besar Semenanjung Arab, termasuk Makkah dan Madinah.

Popularitas dan keberhasilan aliansi ini mengusik Kekaisaran Ottoman, kekuatan dominan di Timur Tengah dan Afrika Utara pada saat itu yang berpusat di Konstantinopel (Istanbul), Turki. Pada tahun 1818, Ottoman mengirim pasukan ekspedisi besar yang dipersenjatai dengan artileri modern ke wilayah barat Arab.

Tentara Ottoman mengepung Diriyah dan menghancurkan kota tersebut. Pemimpinnya Abdullah bin Saud ditangkap kemudian dibawa ke Konstantinopel untuk dieksekusi mati.Keluarga Saud tercerai berai. Ada yang melarikan diri, sementara sisanya dikirim ke penjara Mesir bersama keturunan Abdul Wahhab.

Selanjutnya
Halaman
1 2