Saat Pandemi, Gimana Kampus Harus Terima Mahasiswa Baru?

Inkana Putri - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 22:21 WIB
Kak Seto
Foto: Inkana Putri
Jakarta -

Pendaftaran mahasiswa di saat pandemi berbeda dari biasanya. Tidak semua dilakukan dengan bertatap muka. Salah satu kampus yang menawarkan pendaftaran secara daring adalah Universitas Gunadarma yang mana juga sudah mulai menghadirkan layanan serba online dalam sistem perkuliahan.

"Karena ini kan masa-masanya mahasiswa baru datang, kami sudah menerapkan full online, hanya dengan mengisi data dan dari nilai rapor akhirnya kita putuskan berdasarkan akademik yang tertuang di dalam rapor," jelas Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Gunadarma, Budi Hermana saat ditemui di Kampus D Universitas Gunadarma, Depok, Senin (22/6/2020).

Dalam menyaring para mahasiswa baru, Budi mengatakan, pihaknya telah menyediakan website resmi untuk memudahkan calon mahasiswa mendaftarkan diri. Bahkan, pihak Universitas Gunadarma juga telah menyiapkan layanan serba daring untuk pengenalan program studi dan program pendidikan tinggi (PPSPPT) di masa pandemi.

"Kami pun harus siap bagaimanapun dimana mereka (mahasiswa baru) harus mulai September itu semester baru, tapi udah langsung online. Nah, gimana bingungnya orang tua dan calon mahasiswa yang baru lulus SMA tiba-tiba langsung daring. Ini kan perlu ada edukasi, perlu ada masa transisi. Akhirnya dengan segala cara Gunadarma hadirkan video conference, UGTV, dan dengan virtual classnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, nantinya sistem perkuliahan akan dilakukan berselingan dengan metode yang berbeda. Dalam masa transisi, Universitas Gunadarma menghadirkan bermacam metode seperti UGTV, zoom meeting, virtual class, dan penugasan mandiri.

"Yang dimaksud pembelajaran daring itu bukan harus selalu online, bagaimana kurikulumnya di desain, metode pembelajarannya di desain. Mereka bisa kerja mandiri tapi pekerjaan mandiri fokus kepada kurikulum yang sudah diubah," pungkasnya.

Dalam hal ini, pemerhati anak sekaligus Dosen Psikologi Universitas Gunadarma Seto Mulyadi mendukung kurikulum khusus ini.

"Kurikulum sekarang ini kan kurikulum darurat karena keadaannya darurat. Jadi, jangan sampai siswa juga dituntut untuk mengejar target kurikulum yang normal. Berbagai materi yang dijejalkan siswa di rumah maka akan terasa sulit sekali," ujar Dosen Psikologi Universitas Gunadarma Seto Mulyadi.

Menurutnya, masa transisi di era new normal menjadi cukup sulit karena mahasiswa dan dosen tidak bisa saling bertatap muka. Sehingga, pihak kampus pun harus menghadirkan bermacam fasilitas guna memudahkan dosen dan mahasiswa berkomunikasi.

"Kita punya beberapa channel yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran, ada UGTV virtual class, kemudian setiap dosen dan mahasiswa juga punya digital locker untuk bisa saling berkomunikasi," lanjutnya.

(mul/ega)