Konsep Tatanan Normal Baru Semarang Raih Penghargaan Kemendagri

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 19:24 WIB
Hendrar Prihadi
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Konsep tatanan normal baru Kota Semarang yang didokumentasikan dalam sebuah video mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kota Semarang mendapatkan peringkat pertama untuk sektor wisata klaster kota. Lalu untuk penghargaan sektor Pasar Rakyat atau Pasar Tradisional, Kota Semarang meraih peringkat kedua untuk klaster kota.

Selanjutnya untuk sektor perhotelan, pasar modern, dan transportasi umum, konsep tatanan normal baru yang diajukan Kota Semarang meraih peringkat ketiga untuk klaster kota.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, sejumlah inovasi yang didokumentasikan dalam sebuah video di masing-masing sektor tersebut, juga menjadi wujud kesiapan Kota Semarang dalam memasuki tatanan kehidupan normal baru, atau hidup berdampingan dengan COVID-19.

"Sejumlah inovasi diupayakan agar roda perekonomian tetap bisa berputar dan bangkit, meski perlahan," tutur Hendi, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2020).

Adapun penghargaan diterima langsung oleh Hendi di Aula Kemendagri di Jakarta pada hari ini. Kata Hendi, dalam menjalankan inovasi-inovasi tersebut harus dengan bergerak bersama.

"Tentu saja apresiasi yang diberikan ini ditujukan untuk seluruh stakeholder dan elemen masyarakat di Kota Semarang," ujarnya.

"Itu karena semua yang ada di Kota Semarang telah saling mendukung, sehingga segala yang diupayakan dalam masa pandemi COVID-19 ini dapat seimbang, antara sisi medis dan sisi ekonomi," jelas Hendi.

Di sisi lain, Mendagri Tito Karnavian berharap daerah inovatif dapat menjadi role model bagi pemerintah daerah lain dalam melaksanakan tatanan normal baru.

"Termasuk memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk berinovasi dan beradaptasi dengan tatanan baru produktif," ungkap Tito.

Upaya ini menurutnya penting dilakukan demi mendukung kehidupan ekonomi, namun tetap aman dari bahaya COVID-19.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam sambutannya mengungkapkan bahwa inovasi yang dilakukan daerah menjadi kunci keberhasilan dalam memasuki tatanan normal baru.

"Tatanan kehidupan kita di segala bidang akan berubah drastis, seluruh bidang ekonomi akan dilaksanakan dengan cara yang sama sekali berbeda dari sebelumnya," ungkap Ma'ruf.

Maka pihaknya menuntut pemerintah daerah supaya berinovasi dan berkreasi sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan secara produktif, namun dengan tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan.

(mul/ega)