Masjid Al-Markaz Makassar Gelar Salat Gerhana, Doakan Corona Segera Hilang

Hermawan Mappiwali - detikNews
Minggu, 21 Jun 2020 17:47 WIB
People look up at the sun with protective glasses to watch a solar eclipse from Jakarta, Indonesia, Thursday, Dec. 26, 2019. (AP Photo/Tatan Syuflana)
Foto: AP Photo/Tatan Syuflana
Jakarta -

Masjid Al-Markaz Al-Islami, kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar salat gerhana matahari, sore ini. Dikesempatan itu, jemaah berdoa agar wabah Corona (COVID-19) dihilangkan dari bumi Indonesia.

"Kita panjatkan doa selepas salat sunnah gerhana tadi, semoga musibah Corona ini dihilangkan dari masyarakat Indonesia," ucap Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami KH M Muammar Bakry, kepada detikcom, Minggu (21/6/2020).

Salat gerhana secara berjemaah di Masjid Al-Markaz digelar sekitar pukul 15.45 Wita. Salat gerhana ini diikuti puluhan jemaah dan tampak berjalan dengan hikmat.

Selepas salat gerhana berjemaah, Muammar membawakan khutbah sebagai salah satu rangkaian ibadah. Dia lantas menyampaikan sejumlah hal, di antaranya agar umat menjadikan momentum gerhana ini untuk memperbanyak intropeksi diri dan memohon ampun kepada tuhan yang maha esa.

"Jadi gerhana matahari yang terjadi hari ini, itu fenomena alam. Artinya kita selaku umat beriman mempercayai kekuasaan tuhan, tentu melakukan instropeksi diri dan sebagai bentuk kesyukuran juga," katanya.

"Tentu juga selain itu kita juga mengamalkan sunnah nabi, ketika terjadi gerhana, nabi itu melakukan salat sunnah," terang Muammar.

Muammar juga mengingatkan umat agar tidak berpandangan keliru, menganggap gerhana sebagai tanda adanya orang yang meninggal dunia.

"Sebab ada pandangan masih sangat primitif ketika di masa nabi, bahwa gerhana itu terjadi karena kematian seseorang. Nabi sampaikan bahwa tidak ada hubungan antara kematian seseorang dengan gerhana," ucap Muammar.

"Dan ketika terjadi gerhana maka lakukanlah salat sunnah seperti yang nabi lakukan, makanya masjid Al-Markaz lakukan hal yang sama," imbuhnya.

Sementara itu, laporan BMKG Wilayah IV Makassar menyebutkan bahwa sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, termasuk kota Makassar, mengalami gerhana matahari cincin. Gerhana ini dimulai pada pukul 15.35 Wita.

Sementara untuk puncak gerhana terjadi pada pukul 16.30 Wita, kemudian berakhir pada pukul 17.19 Wita. Kemudian untuk rata-rata durasi gerhana yang teramati sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan adalah 1,54 jam.

(dwia/dwia)