Lapan Minta Warga Tak Lama Tatap Gerhana Matahari: Pakai Peredup Cahaya

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 21 Jun 2020 08:44 WIB
Gerhana matahari cincin (Dok BMKG)
Gerhana matahari cincin. (Dok BMKG)
Jakarta -

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) meminta warga tak terlalu lama menatap fenomena alam gerhana matahari cincin yang terjadi pada hari ini. Warga yang ingin melihat gerhana matahari pun diingatkan untuk menggunakan peredup.

"Ya sama seperti kita melihat matahari itu kan silau sekali. Jadi harus berhati-hati, tidak boleh terlalu lama dan mestinya harus menggunakan peredup cahaya, dan itu pun tidak boleh lama-lama juga," kata Kepala Lapan, Prof Thomas Djamaluddin, saat dihubungi, Sabtu (20/6/2020) malam.

Thomas menjelaskan gerhana matahari yang melintas di Indonesia tak penuh atau sebagian. Wilayah yang dapat melihat gerhana matahari paling tinggi adalah Papua dan Maluku Utara.

"Untuk Indonesia hanya gerhana matahari sebagian, itu pun dengan magnitudo atau kegelapan kurang dari 50%. Yang tertinggi itu sekitar 50% itu di Papua dan Maluku Utara. Di Sumatera bagian selatan, Jawa bagian barat dan Jawa bagian tengah itu tidak melihat gerhana," ujar Thomas.

"Kalimantan iya, itu sekitar 20%, ya Kalimantan-Sulawesi itu sekitar antara 20-30%," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, gerhana matahari cincin akan terjadi di Indonesia pada Minggu (21/6). Bersiaplah mengamati fenomena alam ini.

Tonton video 'Tak Semua Wilayah Bisa Amati Gerhana Matahari Cincin 21 Juni':

Selanjutnya
Halaman
1 2