Viral Polisi Lampung Bersimpuh Cegah Warga Main Hakim Sendiri ke Jambret

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 21 Jun 2020 02:15 WIB
due pengendara speda motor menjambret pejalan kaki
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)

Pandra mengatakan karena polisi memerangi kejahatan, keberadaan tersangka tetap penting untuk menyelesaikan kasus lewat aturan yang berlaku. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak aksi main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan kasus kepada pihak yang berwenang.

"Yang kita perangi kejahatannya, fight the crime but love humanity. Beliau ingin menyelamatkan agar tidak main sendiri dan serahkan ke kepolisian. Karena terangnya sebuah kasus itu jika ada tersangka, barang bukti, dan saksi. Tapi jika tersangka meninggal dunia, berarti perkara sudah selesai," ujar Pandra.

Dia lalu menjelaskan kasus yang terjadi. Pandra mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/6) siang. Kasus penjambretan terjadi di Gang Karyawan RT 03/04, Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

"Pelaku mengambil kalung di leher korban seberat 10 gram," katanya.

Korban dalam kasus ini adalah Raskem (100). Pelaku menjalankan aksi dengan berpura-pura ingin memijat korban yang tunanetra. Kedua pelaku bernama Nurhasanah (45) dan Suwardinsyah (40) lalu menukar kalung korban dengan imitasi.

"Pelaku berpura-pura ingin terapi lalu pelaku memijit pada bagian leher sehubungan dengan korban tidak bisa melihat kemudian pelaku mengambil kalung yang dipakai di leher korban seberat 10 gram kemudian pelaku memberi kalung imitasi kepada korban namun korban curiga karena tidak ada bandul atau liontin kemudian korban teriak. Kedua pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor yang kemudian dikejar cucu korban," ungkapnya.


(eva/eva)