Wabup Kubu Raya Sujiwo Ingin Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Adi Saputro - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2020 18:54 WIB
Wakil Bupati (Wabup) Kubu Raya, Sujiwo, berencana mengundurkan diri dari jabatannya (Adi Saputro/detikcom)
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo, berencana mengundurkan diri dari jabatannya (Adi Saputro/detikcom)

"Tidak mungkin saya mengambil sikap seperti ini jika ada tidak ada perlakuan semena-mena terhadap saya, ada staf yang tidak berani bertemu, malah yang berfoto dengan saya saat pembagian sembako langsung dipindahtugaskan. Ini demi cinta saya kepada daerah," ucapnya.

Sujiwo akan menyampaikan pengunduran dirinya tertulis secara resmi ke DPRD Kubu Raya dan partai pengusungnya pada Senin (22/6) nanti. Sujiwo menyebut keputusan mundur ini dipilih karena tak ingin masyarakat jadi korban.

"Yakinlah ini keputusan terbaik saya. Saya mohon doa dan dukungannya daripada saya bertahan sebagai wakil bupati namun tidak diperlakukan sebagai wakil bupati, serta harapan rakyat yang begitu besar kepada saya, tapi saya tidak dapat memenuhi harapan itu, makanya saya akan berjuang melalui jalur lain dan berjuang ke pemerintah provinsi dan pusat. Dulu, saat sama-sama berjuang, teriak itu 'kita', saat menang itu 'kami', setelah menang selalu mengatakan 'aku'," ujarnya.

"Makanya saya jelaskan semua, dan biarkan saya yang ambil keputusan ini, biarkan saya yang menjadi korban dan bukan masyarakat yang menjadi korban, biarkan saya buktikan semuanya. Soal perjanjian itu sudah saya lupakan, nanti akan saya sampaikan semuanya. Silakan bongkar semua kebobrokan saya, tapi saya menantang Bupati untuk jujur dan terbuka kepada masyarakat daerah ini," sambung Sujiwo.

Usai menyampaikan pernyataan resminya, Sujiwo meminta masyarakat pendukungnya membubarkan diri dari kediamannya dan tidak berkerumun untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19, sembari terus memantau dan mengikuti proses pengunduran dirinya di tahapan selanjutnya.

Sujiwo berpasangan dengan Muda Mahendrawan maju sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya dengan tujuh partai pengusung, yakni PDIP, PPP, PKS, Demokrat, Hanura, NasDem, dan Gerindra.


(jbr/jbr)