Sampaikan Pleidoi, Abu Rara Bantah Motif Terorisme di Kasus Tusuk Wiranto

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 15:40 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto: Ari Saputra

Menurutnya, alasan Abu Rara menusuk Wiranto karena dendam terhadap pemerintahan. Dia dendam rumahnya pernah digusur dan dibangun jalan.

"Jadi tidak ada unsur kesengajaan, tapi kebetulan ada pejabat di situ karena dendam akhirnya Syahrial langsung menusuk Pak Wiranto. Syahrial itu rumahnya pernah di kena jalan," katanya.

Kamsi menyebut Samsudin juga tidak ada hubungannya di perkara ini. Menurut Kamsi, Samsudin tidak mengetahui rencana Abu Rara dan istri menusuk Wiranto.

"Samsudin hanya teman carikan kosan di Menes, Jawa Barat, setelah itu Samsudin kerja di Manado. Ya karena sebulan kerja di Manado (tidak tahu rencana penusukan), tahu itu setelah sebulan kemudian ada kejadian, Samsudin itu lihat di media Syahrial tusuk Wiranto," jelasnya.

Diketahui, jaksa menuntut Abu Rara dkk dengan tuntutan bersalah karena melakukan tindak pidana teror. Jaksa menuntut Abu Rara dengan hukuman 16 tahun penjara, kemudian Fitri dituntut 12 tahun penjara, dan terdakwa Samsudin alias Jack Sparrow dituntut 7 tahun penjara.

Dalam kasus ini, Abu Rara bersama Fitri Diana didakwa melakukan teror dengan pemufakatan jahat dan merencanakan sejumlah teror. Perbuatan Abu Rara dinilai menimbulkan suasana teror dan rasa takut di masyarakat.

Abu Rara mulai melakukan teror dengan menusuk Wiranto yang kala itu menjabat sebagai Menko Polhukam. Penusukan dilakukan saat Wiranto tiba di Alun-alun Menes, Pandeglang, Jawa Barat.

Abu Rara, kata jaksa, mengatur rencana untuk menusuk Wiranto dan anggota TNI-Polri bersama sang istri, Fitria Diana, dan anaknya yang ditugaskan menyimpan sebilah pisau dan melakukan penusukan ke aparat keamanan yang berjaga.

Tak hanya itu, Abu Rara juga, kata jaksa, melakukan teror di toko emas bersama Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow. Aksi itu terjadi pada tahun 2017.

Baik Abu Rara ataupun Jack Sparrow keduanya juga melakukan baiat mandiri pada tahun 2019. Keduanya berjanji setia kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi.

Halaman

(zap/jbr)