Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB 2021-2023

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 09:19 WIB
Indonesia Anggota ECOSOC
Indonesia Anggota ECOSOC (Situs Kemlu)

Kemlu menyampaikan terpilihnya Indonesia di ECOSOC memiliki arti penting di antaranya:

1) pemanfaatan platform ECOSOC dalam mendorong upaya pemulihan ekonomi dan sosial pasca pandemi Covid-19;
2) Refleksi kepemimpinan global Indonesia dalam mendorong akselerasi pencapaian SDGs
3) Pemajuan program prioritas nasional yang sejalan dengan SDGs sekaligus berkontribusi dalam transformasi ekonomi, khususnya pada sektor ekonomi mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa

Indonesia sebelumnya sempat juga terpilih menjadi anggota ECOSOC pada periode 1956-1958; 1969-1971; 1974-1975; 1979-1981; 1984-1986; 1989-1991; 1994-1996; 1999-2001; 2004-2006; 2007-2009, 2012-2024. Dengan begitu, Indonesia sudah 12 kali menjadi anggota ECOSOC .

Selain itu, Indonesia telah menjadi dua kali dipercaya menjadi Presiden ECOSOC, yakni pada 1970 dan 2000. Sementara itu, pada 1969, 1999, dan 2012, RI ditunjuk menjadi wakil presiden ECOSOC.

Juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, bersyukur Indonesia terpilih menjadi anggota ECOSOC periode 2021-2023. Fadjroel menyampaikan terima kasih kepada Menlu Retno Marsudi.

"Pemerintah mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Luar Negeri di bawah pimpinan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi beserta jajarannya, dan dukungan kolaboratif Kabinet Indonesia Maju dalam pelaksanaan diplomasi Indonesia, serta seluruh masyarakat Indonesia," ujar Fadjroel dalam keterangan tertulis.

Fadjroel mengatakan terpilihnya Indonesia ini menjadi momentum untuk mengukuhkan komitmen Indonesia di tingkat internasional. Itu sesuai dengan amanat yang tertuang dalam konstitusi.

"Kepercayaan lembaga internasional dan dunia internasional ini semakin mengukuhkan prinsip pemerintah Republik Indonesia di dalam pembukaan konstitusi UUD 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," ujar dia.

Halaman

(knv/imk)