Polri: 7 Dalang Kerusuhan Papua Pelaku Kriminal, Bukan Tahanan Politik

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 20:23 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (Foto: dok. Divisi Humas Polri)

Berikut ini daftar hukuman yang dijatuhkan kepada para terdakwa:

1. Fery Kombo divonis 10 bulan penjara;
2. Irwanus Uropmabin divonis 10 bulan penjara;
3. Buktar Tabuni divonis 11 bulan penjara;
4. Agus Kossay divonis 11 bulan penjara;
5. Hengki Hilapok divonis 10 bulan penjara;
6. Alexandey Gibai divonis 10 bulan penjara;
7. Stevanus Itlay divonis 11 bulan penjara.

Ketujuh warga Papua ini ditangkap dalam kesempatan yang berbeda setelah aksi protes yang berujung kerusuhan di Jayapura dan sejumlah kota lain di Papua pada pertengahan 2019. Protes dipicu oleh aksi rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur.

Setelah menjalani pemeriksaan, mereka didakwa melakukan tindakan makar terhadap negara. Sidang kasus ini sedianya digelar di Papua. Namun polisi memindahkan persidangan ke Balikpapan karena alasan keamanan. Tujuh tahanan politik yang ditahan di Polda Papua pun turut dipindahkan ke Polda Kalimantan Timur.

Sebelumnya diberitakan puluhan mahasiswa Papua mengelar aksi di depan Taman Apsari atau di seberang Gedung Grahadi di Jalan Gubernur Suryo. Mereka menuntut tujuh rekannya dibebaskan.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua tersebut berjalan dari Asrama Mahasiswa Papua yang ada di Jalan Kalasan, Tambaksari, menuju lokasi aksi. Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah poster yang salah satunya bertulisan 'Segera Bebaskan Seluruh Tahanan Politik Papua Tanpa Syarat' dan 'Segera bebaskan 7 Tapol Anti Rasisme di Balikpapan'.

Puluhan polisi terlihat menjaga aksi tersebut. Aksi ini berjalan tertib tapi sempat menarik perhatian pengguna jalan di Jalan Gubernur Suryo.

"Aksi kami hari ini untuk menuntut pembebasan tapol, di mana tuntutan itu tidak sewajarnya oleh JPU. Ini kita lihat dari aksi rasisme tahun kemarin di asrama Papua, pelaku ujaran rasis yang dilakukan oleh aparat dan ormas. Mereka dihukum tidak setimpal dengan korban rasis, seperti tujuh tapol yang ditahan di Kalimantan tersebut," kata salah satu mahasiswa Papua Sam Kayame kepada wartawan di lokasi aksi, Selasa (16/6).

"Makanya kami di sini, Aliansi Mahasiswa Papua, menyuarakan untuk segera membebaskan tujuh tapol yang ada di Kalimantan," kata Sam Kayame.

Halaman

(aud/jbr)