Daftar Kontroversi Poyuono: Singgung AHY hingga 'Kadrun Mainkan PKI'

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 15:14 WIB
Arief Poyuono
Arief Poyuono. (Dok Pribadi)

Menyatakan 'Wajar PDIP Sama Dengan PKI'

Pada 2017, Arief Poyuono pernah mengeluarkan pernyataan soal 'wajar PDIP disamakan dengan PKI'. Arief Poyuono mengaku tak berniat dan tak mungkin menyamakan PDIP dengan PKI karena dirinya juga 'berdarah banteng'.

"Nggak mungkin saya mengatakan PDIP itu PKI. Ayah saya sendiri, kakek saya sendiri PNI," ujar Arief Poyuono.

Kendati demikian, dia tetap dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian dengan pasal yang disangkakan adalah Pasal 156 KUHP, Pasal 310 KUHP, dan Pasal 311 KUHP. Arief bahkan juga sudah melakukan permintaan maaf secara terbuka.

"Sudah, permintaan maaf bagaimana, kan (sudah) di media (online), orang kagak ada TV. Suratnya sudah di-publish sama saya ke mana-mana, sudah ada surat terbuka, di detik saja sudah dimasukin. Jadi, kurang apa lagi?" ujarnya.

"Apa kurang saya disuruh kembali ke PDIP? Apa saya harus kembali lagi ke PDIP?" imbuh Arief, yang mengaku pernah menjadi kader PDIP.

Menyebut AHY 'Boncel'

Pada 2018, Arief Poyuono menjuluki Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai 'anak boncel' seusai putra SBY tersebut masuk bursa cawapres untuk Prabowo Subianto. Menurut dia, julukan itu disematkannya karena AHY dinilai masih 'miskin' pengalaman di dunia politik.

"Saya menyebut dia itu anak 'boncel', nggak punya pengalaman. Konteksnya kan ada pertanyaan mengenai Prabowo dipasangkan dengan AHY. Saya bilang, sangat tidak mungkin kalau militer sama militer. Kedua, AHY itu kan belum punya pengalaman, masih 'boncel' dalam politik," ujar Arief saat dimintai konfirmasi, Senin (23/7/2018).

Kendati demikian, Poyuono menyebut AHY memang punya potensi untuk menjadi pemimpin besar di masa yang akan datang. Menurutnya, AHY mesti ditempa terlebih dahulu agar lebih kuat.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3