2 Penambang di Morowali Utara Sulteng Tewas Tertimbun Longsor

Muhammad Qadri - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 04:30 WIB
Lokasi tambang di Marowali Utara
Foto: Lokasi tambang di Morowali Utara (dok.istimewa)
Morowali Utara -

Dua penambang di Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, dikabarkan meninggal tertimbun longsor. Keduanya dipekerjakan oleh perusahaan pertambangan di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

"Kedua penambang berhasil dievakuasi dari longsor dilokasi tambang galian C, yang bekerja untuk melakukan penimbunan di lokasi pembangunan Smelter," kata Kepala Dusun 4 Desa Bungintimbe, Mutmain kepada detikcom pada Selasa (16/6/2020) pagi.

Menurutnya, salah satu korban adalah Hardyanto Rombe, seorang operator alat berat. Ia meninggal ketika alat berat breaker yang digunakan ikut tertimbun ketika melakukan pengerukan.

Longsor terjadi di lokasi tambang galian C yang bekerja untuk penimbunan lokasi pembangunan Smelter guna lokasi pemurnian nikel pada Rabu (10/6). Keterlambatan informasi adanya korban tersebut dikarenakan sulitnya jangkauan jaringan komunikasi di lokasi tambang yang diduga ilegal itu.

Sementara itu, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng menilai lokasi tambang tidak memiliki izin. Selama pandemi virus Corona, Jatam mencatat bahwa tambang itu telah menelan dua korban.

"Selama COVID-19, produksi tambang ilegal oleh PT. GNI (Gunbuzter Nickel Industri) yang merupakan perusahaan konstruksi pembangunan Smelter pemurnian nikel sudah menelan dua korban. Awalnya pada April 2020, dan pertengahan Juni 2020," ucap perwakilan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng Muh. Arsad, di Morut pada Senin (15/6) malam.

(lir/lir)