Polda Kalimantan Tengah Siapkan Cara Cegah Karhutla hingga Hadapi COVID-19

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 02:07 WIB
Karhutla
Foto: ilustrasi
Jakarta -

Polda Kalimantan Tengah mendirikan Desa Pantang Mundur atau Lewu Isen Mulang untuk menghadapi COVID-19. Hal ini karena, penyebaran COVID-19 sangat berdampak luas terhadap kehidupan sosial hingga ekonomi.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan didirikannya desa,karena virus Corona dinilai sebagai suatu ancaman yang sangat merugikan. Selain itu belum terlihatnya dampak dari upaya memutus penyebaran COVID-19.

"Upaya-upaya telah dilakukan untuk memutus mata rantai Penyebaran COVID-19 sudah dilakukan namun langkah-langkah tersebut belum dapat terlihat pengaruhnya terhadap penurunan penyebaran COVID-19, bahkan tidak jarang menimbulkan konflik dan perselisihan dalam pelaksanaannya," kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (14/6/2020).

Ia menjelaskan, Isen Mulang mengandung makna ketangguhan dan keuletan masyarakat suku Dayak dalam menghadapi tantangan dinamika pembangunan. Dedi optimis dengan didirikannya Lewu Isen Mulang, bisa menimbulkan kembali semangat masyarakat dalam menghadapi virus Corona.

"Dengan mengobarkan lagi semangat Isen Mulang di masyarakat, diharapkan dapat menimbulkan sikap optimis dan semangat juang dalam menghadapi masa pandemic COVID-19," jelasnya.

Selain itu, didirkannya Lewu Isen Mulang ini juga disebut untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Lewu Isen Mulang sendiri didirikan dengan melibatkan masyarakat setempat atau perangkat desa.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo Dedi Prasetyo (Jefri-detikcom).

"Lewu Isen Mulang adalah sebuah Upaya Kolaboratif dengan stakeholder berupa gerakan atau aksi nyata di daerah untuk mencegah karhutla, sebagai lumbung pangan ketahanan pangan dan mencegah penyebaran COVID-19. Menitik beratkan kepada keterlibatan elemen masyarakat yang aktif baik secara personal ataupun kelompok di Desa," tuturnya.

"Untuk sasaran didirikannya Lewu Isen Mulang untuk mencegah terjadinya Karhutla, ketahanan pangan dan yang terdampak penyebaran COVID-19 yang berada disatu teritori tertentu. Dan fokus utama Lewu Isen Mulang adalah untuk mencegah Karhutla, tangguh sosial ekonomi dalam rangka ketahanan pangan dan tangguh Kesehatan jasmani dan rohani," sambungnya.

Tak hanya Lewu Isen Mulang, pihaknya juga mendirikan Lewu Lusuk Parei atau Desa Lumbung Pangan Ketahanan Pangan. Dedi berharap dengan adanya lumbung ini bisa meningkatkan ekonomi dan desa-desa di Kalimantan Tengah dapat menjadi daerah lumbung pangan.

"Tentulah harus bersiap ikut berkontribusi dalam pembangunan di berbagai sektor, terutama pada fokus infrastruktur, bidang pertanian secara luas, peternakan, perikanan dan bidang lainnya. Dengan adanya program Lewu Lusuk Parei, diharapkan desa-desa yang ada di Kalimantan tengah, dapat mempersiapkan diri sebagai daerah lumbung pangan pada saat pemindahan ibukota negara telah dilaksanakan, selain dapat meningkatkan tarat ekonomi dan sosial masyarakat desa," ucapnya.

"Kita juga dirikan Lewu Tolak Peres Corona atau Desa Melawan Corona. Berdasarkan peta sebaran COVID-19, provinsi, kalimantan Tengah per tanggal 3 Juni 2020, jumlah kasus yang tercatat sebanyak 454 orang terkonfirmasi positif COVID-19," tutup Dedi.

(dwia/dwia)