Keluarga Cerita Pramono Edhie Tak Pernah ke Tangsi Militer Usai Gabung Parpol

Ibnu Hariyanto - detikNews
Minggu, 14 Jun 2020 15:33 WIB
Jenazah mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Pramono Edhie dimakamkan dengan proses pemakaman militer.
Pemakaman Pramono Edhie Wibowo (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Letjen TNI (purn) Erwin Soejono mengenang sosok mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo sebagai sosok prajurit yang profesional dan loyal. Pramono Edhie menegaskan profesionalitasnya di momen Pilpres 2004 saat menjadi ajudan Megawati Soekarnoputri.

Erwin bercerita momen sikap profesionalitas dan loyalitas Pramono Edhie sebagai prajurit terlihat ketika pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2004. Menurut Erwin, Pramono Edhie tetap bertugas dengan baik sebagai ajudan Megawati meskipun kakak iparnya yakni Susilo Bambang Yudhoyono merupakan pesaing Megawati dalam Pilpres 2004.

"Sebagai prajurit almarhum Pramono Edhie juga prajurit yang profesional ketika pemilihan presiden 2004, almarhum berdinas sebagai ajudan Presiden Megawati saat itu dia menunjukan loyalitasnya yang paripurna pada presiden, meskipun kakak iparnya juga tengah kontestasi pemilihan presiden. Pramono Edhie tetap berdinas baik dan tidak pernah bawa persoalan politik pada keluarga. Sebagai prajurit garis politknya jelas adalah politik negara," kata Erwin yang merupakan perwakilan keluarga, di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2020).

Erwin menyampaikan, selepas purnatugas sebagai TNI, Pramono Edhie tetap menunjukkan sikap profesionalitasnya. Menurut Erwin, Pramono Edhie tidak pernah mencampurkan pilihan politiknya dengan urusan kemiliteran.

"Demikian juga setelah purnatugas saat almarhum masuk ke parpol, beliau hampir tidak pernah masuk ke tangsi militer. Ketika akhir tahun lalu beliau memutuskan berhenti dari parpol barulah tanggal 2 Juni, almarhum kembali ke kesatuan Kopassus. Kepada Danjen Kopassus beliau minta maaf karena 5 tahun tak datang ke kesatuannya. Kata almarhum tidak ingin prajurit terpengaruh dengan kedatangannya karena saat itu di parpol," ujarnya.

Tak hanya itu, Erwin mengenang Pramono Edhie sebagai sosok yang cinta kepada keluarga. Bahkan, ia menyebut Pramono meninggal dunia ketika berliburan bersama keluarganya di Cipanas, Jawa Barat.

"Almarhum merupakan sosok yang peduli ke keluarga. Beliau baru saja hadir dalam doa bersama wafat kakak kadung tercinta Ani Yudhoyono. Bahkan saat hari mengembuskan napas terakhir almarhum sedang liburan dengan keluarganya di Cipanas," ungkapnya.

Pramono Edhi Wibowo meninggal dunia Sabtu (13/6) malam karena serangan jantung. Pramono Edhie dimakamkan di TMP Kalibata, Jaksel, tepat di samping makam mendiang Ani Yudhoyono.

Simak video 'Jokowi Kenang Pramono Edhie: Beliau Prajurit TNI yang Sangat Baik':

(ibh/gbr)