ADVERTISEMENT

Kadishub DKI: Pesepeda di Masa PSBB Transisi Naik 1.000 Persen

Wilda Nufus - detikNews
Minggu, 14 Jun 2020 12:53 WIB
Para pesepeda baik perorangan maupun rombongan melintasi jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu (13/6/2020). Penggunaan sepeda untuk berolahraga dilaporkan meningkat saat new normal. Kecenderungan tersebut diperoleh dari naiknya penjualan sepeda di sejumlah kota pada beberapa pekan terakhir.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan terjadi lonjakan volume pesepeda di masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta. Syafrin menyebut berdasarkan hasil survei ITDP (Institute for Transportation and Development Policy), angka pesepeda naik menjadi 1.000 persen.

"Berdasarkan hasil survei terakhir yang dilaksanakan oleh rekan-rekan ITDP (Institute for Transportation and Development Policy), terjadi peningkatan jumlah pengguna sepeda itu sampai 1.000 persen selama masa transisi ini. Jadi, artinya, selama masa PSBB kemudian karena masa transisi ini itu diukur terus artinya terjadi peningkatan penggunaan sepeda," kata Syafrin di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2020).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin LiputoKepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo (Wilda/detikcom)

Syafrin mengatakan, dari hasil survei, didapati warga bersepeda pada pukul 06.00 sampai 18.00 WIB. Syafrin menyebut angka pesepeda naik signifikan pada siang dan malam hari.

"Dari survei status itu didapatkan jumlah pengguna sepeda dan tentu di kawasan ini ada peningkatan yang signifikan itu harus difasilitasi dalam rangka menjamin keselamatan dan keamanan pesepeda," sambungnya.

Syafrin menyebut pihaknya saat ini akan menyiapkan pop up bike lanes atau jalur sepeda sementara di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Syafrin akan menggunakan lajur lalu lintas untuk aktivitas pesepeda.

"Jalur sepeda saat ini yang disiapkan itu akan dijadikan uji coba pop up bike lanes kemudian akan kita evaluasi secara terus-menerus. Penyediaan jalur sepeda sementara di masa pandemi, kita menggunakan jalur lalu lintas yang ada kemudian didedikasikan bagi pengguna sepeda untuk kegiatan aktivitas," ucapnya.

Sebelumnya, kata syafrin, lajur sepeda dengan pejalan kaki disatukan di trotoar. Namun saat ini pihaknya akan memisahkan untuk jalur pesepeda untuk menekan laju penyebaran virus COVID-19.

"Jadi yang sebelumnya di beberapa jalur kita satukan dengan trotoar karena ada peningkatan pengguna sepeda kemudian dalam mengatasi wabah COVID ini agar tidak menyebar, maka kita pisah sekarang jadi trotoar hanya pejalan kaki lalu lintas kita siapkan dengan batas cone," ujarnya.

Jalur pesepeda nantinya akan dilebarkan menjadi 2 meter. Syafrin menyebut pelebaran ini dilakukan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.

"Lebarnya 2 meter yang tadinya tidak ada jadi ada seperti ini jadinya nanti (menunjuk kawasan HI). Pelebaran di sepanjang Sudirman-Thamrin," tuturnya.

Kadishub DKI: Jumlah Pesepeda Naik 1.000% di Masa PSBB dan Transisi:

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT