Kampus Ini Buka Kesempatan Studi S1 & S2 bagi TKI di Taiwan

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Sabtu, 13 Jun 2020 10:40 WIB
President University
Foto: Dok. President University
Jakarta -

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Taiwan, berupaya mengajak KADIN Indonesia Komite Taiwan untuk melakukan kerja sama yang bisa memberikan manfaat dalam bidang pendidikan, pariwisata, dan investasi di industri terbuka.

Terkait hal tersebut, President University dengan konsep Kampus Merdeka dan PATA Academy, akan membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang bekerja sebagai pekerja migran di Taiwan untuk melanjutkan studi ke pendidikan tinggi S1 & S2 di President University maupun bidang vokasi melalui PATA Academy yang memberikan sertifikasi Diploma International.

Board of Advisory President University sekaligus Executive Director PATA Indonesia Agus Canny memaparkan akan segera diluncurkannya online learning e-Campus President University yang didukung oleh book publisher terbesar di dunia.

"President University dengan Akreditasi A (BAN-PT), dikenal sebagai kampus modern dan kampus internasional karena sehari-hari menggunakan bahasa Inggris yang telah bekerja sama dengan lebih dari 52 universitas terkemuka didunia," jelas Agus, dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2020).

Hal tersebut disampaikannya dalam conference meeting yang dipimpin oleh Kepala KDEI di Taipei Didi Sumedi yang dilakukan secara virtual bersama dengan PATA Indonesia, President University, dan Jababeka Investment Promotion Board untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan Morotai pada hari Rabu (10/6).

Sementara itu, President/CEO PATA Indonesia Poernomo Siswoprasetijo mengatakan bahwa PATA Indonesia sebagai Badan Pariwisata dunia di Kawasan negara-negara Asia Pasifik, memiliki PATA Academy yang akan ikut dalam kerja sama tersebut.

"Tak hanya itu, PATA Indonesia juga dikenal kuat dalam membangun jaringan pariwisata di negeri ini hingga ke manca negara sebab PATA Indonesia ikut mempromosikan pariwisata di Tanah Air, seperti destinasi wisata Tanjung Lesung di Pandeglang, dan Morotai di Maluku Utara," ungkap Poernomo.

Senada dengan keduanya, Jababeka Investment Board juga menyampaikan bahwa profil KEK Morotai dan Tanjung Lesung yang mengundang minat investasi dan menarik investor asal Taiwan, bisa menanamkan investasi di industri pariwisata di Tanjung Lesung. Bahkan Morotai selain bagus untuk traveling, juga dapat ditempuh 3 jam melalui direct-flight dari Taipei-Morotai.

Sebagai informasi, meeting secara daring itu dihadiri oleh Direktur Kerjasama President University Michael Rino, Jajaran KDEI di Taipei antara lain Kepala bidang Perlindungan Warga Negara Indonesia untuk Sosial, Budaya dan Pendidikan Fajar Nuradi, Asisten Kepala bidang Perdagangan Eros Pratama, Kepala Bidang Pariwisata & Perhubungan Adila, KADIN Indonesia Komite Taiwan Rini Lestari, CEO Indosuara Joy Simson, dan Mira Luxita.

(prf/ega)