Polisi Bongkar Komplotan Penggelapan 45 Mobil Rental di Pangkalpinang

Deni Wahyono - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 19:01 WIB
Polisi bongkar komplotan penggelapan 45 mobil rental di Pangkalpinang
Polisi membongkar komplotan penggelapan mobil rental. (Deni Wahyono/detikcom)
Pangkalpinang -

Polda Bangka Belitung (Babel) membongkar komplotan penggelapan mobil rental di Pangkalpinang. Dari pengungkapan itu, polisi menyita 45 mobil rental yang digadaikan para pelaku.

Para pelaku adalah Elisabeth alias Lisa (34), seorang karyawan swasta; Robert Frankie (38), sopir; Heri Saputra (25), buruh harian; dan Ayu Lesatari (22), ibu rumah tangga warga Gandaria, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang.

Kemudian Julian Alis Ayung (25), buruh harian, warga Desa Pasir Garam, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah; dan Robby Suprayogi (39), warga kompleks Grasi Sungailiat, Kabupaten Bangka, yang merupakan seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS).


"Kasus ini terungkap setelah ada laporan dari beberapa pemilik rental mobil," jelas Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Anang Syarif Hidayat kepada wartawan, Jumat (12/6/2020).

Dijelaskan Anang, dari pengungkapan kasus penggelapan ini, total ada 45 mobil yang diamankan petugas. Lanjut Anang, 11 mobil di antaranya sudah diambil pemilik.

"Pelaku utama adalah Elizabeth alias Lisa, yang berperan dalam kasus penggelapan mobil rental ini. Lisa merupakan residivis kasus penggelapan barang elektronik, divonis 1,9 bulan, dan baru keluar Desember 2019, dan kembali tertangkap," tegas Anang.


Puluhan mobil yang diamankan petugas disewa dari 18 tempat rental mobil, 17 tempat rental mobil di Pangkalpinang dan 1 tempat rental di Kabupaten Bangka. Ditambahkan Anang, pelaku memiliki peran masing-masing, ada yang sebagai sopir, ada juga yang mencari tempat gadai.

"Mereka menyewa mobil bervariasi, dari 3 mobil hingga 9 mobil per tempat rental. Untuk modusnya, pelaku menyewa mobil (satu hingga dua hari) lalu direntalkan kepada orang lain, kemudian digadaikan," kata Anang.

Atas ulahnya, keenam pelaku dijerat pasal penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

(rfs/rfs)