Pemerintah RI Puji Cara Jepang Tangani Corona Tanpa Lockdown

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 17:26 WIB
Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro
Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Dokter Reisa Broto Asmoro (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Pemerintah memuji cara Jepang menangani wabah virus Corona (COVID-19). Jepang dinilai berhasil menangani COVID-19 meski tanpa menerapkan karantina wilayah atau lockdown.

"Praktik baik yang menunjukkan keberhasilan membendung COVID-19 sementara ini adalah negara sahabat kita, Jepang. Menurut salah satu peneliti Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI, Jepang tidak menerapkan lockdown atau karantina wilayah seperti beberapa negara lain," kata anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Dokter Reisa Broto Asmoro, Jumat (12/6/2020).

Dia mengatakan Jepang menangani Corona dengan baik karena melakukan deteksi dini. Selain itu, dia mengatakan masyarakat Jepang mematuhi aturan pemerintah.

"Tetapi (Jepang) memberlakukan deteksi terhadap kelompok rentan dan social conformity. Social conformity adalah permintaan dari pemerintah Jepang kepada warganya untuk menghindari keramaian atau kontak dekat secara fisik dengan orang lain," ujarnya.

"Jadi menghindari keramaian atau kontak dekat secara fisik dengan orang lain. Jadi menghindari bersalaman dengan orang, kemudian menghindari agar tidak bertemu dengan orang di ruang tertutup dan sempit. Dan anjuran ini sangat dipatuhi banyak orang di sana," sambung Reisa.

Dalam kesempatan ini, Reisa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di Indonesia yang turut menjaga jarak dalam berinteraksi (physical distancing). Dia mengatakan tindakan tersebut punya peran dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Diketahui, pemerintah terus-menerus memberi imbauan agar masyarakat tetap produktif di rumah, menggunakan masker, dan menjaga jarak fisik.

"Mereka yang patuh dan disiplin mematuhi anjuran, selama ini ada #dirumahsaja dan menaati PSSB, termasuk kelompok ini. Untuk itu, kami berterima kasih banyak karena merekalah yang berjasa menurunkan angka penularan, termasuk di DKI Jakarta, di bawah rata-rata 1," ujar Reisa.

(jbr/zak)