Pernyataan Lengkap Pemerintah soal Rekor Penambahan 1.241 Kasus Positif Corona

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 17:31 WIB
Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro
Foto: dr Reisa Broto Asmoro. (Dok BNPB).
Jakarta -

Pemerintah kembali mengumumkan data terbaru kasus virus Corona (COVID-19) di tanah air. Pada hari ini, tercatat total kasus positif sebanyak 34.316, 12.129 orang sembuh, dan 1.959 pasien Corona meninggal dunia.

"Hari ini kita telah melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 17.757 spesimen sehingga akumulasi yang sudah kita periksa adalah 446.918 spesimen, ini memberikan tambahan kasus positif yang kita konfirmasi sebanyak 1.241 orang sehingga totalnya menjadi 34.316," kata juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto, yang disiarkan di akun Youtube BNPB, Rabu (10/6/2020).

Jumlah tambahan 1.241 dalam sehari merupakan rekor terbanyak peningkatan kasus positif Corona sejak ditemukan kasus pertama pada Maret lalu. Yuri memaparkan penambahan kasus positif ini karena pemerintah sedang menggencarkan kontak tracing bagi pihak yang diduga terpapar kasus positif. Selain itu pemerintah juga meningkatkan jumlah spesimen yang diperiksa.

"Penambahan kasus positif ini disebabkan karena tracing yang agresif dilakukan sehingga bisa kita lihat bahwa sebagian besar penambahan kasus ini adalah spesimen yang dikirim oleh puskesmas atau dinas kesehatan tidak didominasi oleh spesimen yang dikirim rumah sakit. Ini adalah bukti bahwa memang tracing yang agresif akan bisa menangkap begitu banyak kasus positif dan sudah barang tentu kita akan menginginkan kasus ini kemudian melakukan isolasi dengan sebaik baiknya secara mandiri agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain," kata Yuri.

Sementara itu, Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Berdasarkan penelitian ilmiah menjaga jarak mampu menurunkan angka transmisi penularan.

"Saudara saudari sekalian sebuah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah Lancet menunjukan physical distancing atau jaga jarak yang aman adalah sampai dengan 1 meter, ini merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan resiko sampai dengan 85 persen paling efektif menurunkan transmision rate atau angka penularan terutama ketika berada di ruang publik seperti transportasi umum," kata dr Reisa.

Penjelasan Pemerintah soal Kenaikan Drastis Kasus Corona Hari Ini:

Berikut ini pernyataan lengkap Achmad Yurianto dan dr Reisa Broto Asmoro:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3