Cerita Istri ABK yang Loncat dari Kapal China: Bayar Rp 50 Juta-Tak Digaji

ADVERTISEMENT

Cerita Istri ABK yang Loncat dari Kapal China: Bayar Rp 50 Juta-Tak Digaji

Rahel Narda C - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 17:07 WIB
WNI yang menjadi anak buah Kapal Pesiar MV Carnival Splendor tiba di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (30/4). Mereka selanjutnya akan diisolasi mandiri.
Ilustrasi ABK (Nova Wahyudi/Antara Foto)

Tak hanya itu, menurut Fenny, suaminya juga kerap dimarahi dengan kata-kata kasar saat bekerja di kapal ikan. Situasi tersebut membuat suaminya tak betah.

"Suami saya saat bekerja di kapal yaitu kerap dimaki-maki dengan kata-kata yang kotor, selalu dimarahin dengan kata-kata yang kasar, ya terus kerjanya selalu dipaksa. Nah pernah kena fisiknya juga," ucap Fenny.

"Jadi Mas Andri sudah merasa tidak betah dan tidak nyaman bekerja di kapal dan tidak sesuai dengan perjanjian pertama mereka bekerja di sana yang harusnya mereka bekerja di daratan Korea justru dipekerjakan di laut. Itu yang membuat Mas Andri nekat nyebur ke laut," sambungnya.

Lebih lanjut, Fenny berharap kasus yang dialami suaminya dapat segera diusut tuntas. Dia ingin pihak-pihak yang melakukan ketidakadilan mendapatkan hukuman.

"Harapan kami selaku korban, kami sangat memohon dan berharap bantuan Bapak-Ibu semuanya yang terlibat di sini agar kasus ini dapat diusut setuntas-tuntasnya. Jangan biarkan mereka yang sudah berbuat tidak adil terhadap suami saya dan kawan-kawannya dibiarkan bebas begitu saja tanpa ada penindakan hukum yang lebih lanjut, karena tidak akan tidak akan menutup kemungkinan akan terjadi lagi korban-korban yang lainnya," kata Fenny.


(jbr/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT