Habiburokhman Singgung Korupsi Sapi, PKS: Nggak Perlu Lebay

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 12:38 WIB
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhud Alynudin
Politikus PKS Suhud Alynudin (Nur Azizah Rizki/detikcom)
Jakarta -

PKS menyayangkan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman yang menyinggung soal korupsi sapi. Menurut PKS, tak seharusnya kritik kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disikapi secara berlebihan.

"Jika ada kritik dan ketidakpuasan dari elemen-elemen bekas pendukung, ya sikapi secara wajar saja. Di negara demokrasi seperti Indonesia, perbedaan sikap politik hal yang wajar. Nggak perlu lebay," kata Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Alynudin kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Perihal korupsi sapi itu sebelumnya disinggung Habiburokhman saat berbicara tentang adanya narasi yang menyebut sang ketum sebagai pengkhianat. Habiburokhman menyebut narasi itu datang dari 'kaum tertentu' dan 'orang terlalu banyak makan uang haram korupsi sapi'.

Untuk diketahui, eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq divonis bersalah dalam kasus korupsi impor daging sapi. Kasus korupsi terkait pengaturan kuota sapi impor menjadi 8.000 ton itu terjadi pada 2013.

Kembali ke Suhud, politikus PKS itu menegaskan partainya tak bermasalah dengan Prabowo. Dia mengatakan selama ini PKS juga menghormati keputusan Prabowo yang merapat ke pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami menghormati Pak Prabowo. Kami sudah buktikan totalitas PKS selama kerja sama politik PKS-Gerindra. Kami mengakhiri kerja sama pun dengan baik-baik. Kami menghormati pilihan politik Pak Prabowo pasca-pilpres. Tidak ada masalah," tuturnya.

Tonton juga video 'Agar Korupsi Berkurang, Novel: Bersihkan Dulu Penegak Hukumnya':

Suhud mengatakan apa yang terjadi di Pilpres 2019 merupakan masa lalu. PKS pun telah menyerahkan ke masyarakat atas pilihan politik Prabowo.

"Kami sudah melupakan apa yang terjadi di Pilpres 2019. Itu bagian dari masa lalu," kata Suhud.

"Kami serahkan kepada masyarakat untuk menilai, terutama yang sudah berjuang bersama-sama selama proses politik berjalan," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Gerindra Habiburokhman marah karena sang ketum, Prabowo Subianto, disebut sebagai pengkhianat oleh beberapa pihak di media sosial. Ia menegaskan akan pasang badan bagi Menteri Pertahanan (Menhan) itu.

Pernyataan Habiburokhman di Twitter beberapa hari lalu jadi perhatian. Melalui akunnya, ia mem-posting pernyataan yang cukup panas.

"Gak ada angin gak ada badai lu fitnah Pak Prabowo, Diingatkan bahwa 0% anggota DPR Grd yg terjerat korupsi lu ngamuk, apa benar kalau orang terlalu banyak makan uang haram korupsi sapi jadi dungu ??? cumak nanyak," tulis Habiburokhman di akun Twitter-nya seperti dilihat detikcom, Selasa (9/6).

Pada posting-an kedua, Habiburokhman menyebut peran keberhasilan Prabowo untuk negara.

"Pak Prabowo selamatlah puluhan triliyun uang rakyat lu kepanasan, gua hajar kartu pra kerja lu kelojotan, memang susah merubah mental korup kalian," sebut anggota Komisi III DPR RI itu.

Namun Habiburokhman membantah jika dikatakan posting-an tersebut ditujukan untuk partai tertentu. Menurutnya, cuitan-cuitannya ditujukan kepada salah satu kelompok.

"Nggak pernah menyebut nama partai tertentu tapi kaum tertentu. Makna tweet saya ya hanya yang tertulis dalam tweet itu sendiri," ungkap Habiburokhman saat dimintai konfirmasi detikcom.

(mae/tor)