Terapkan Protokol Ketat, Jokowi Mulai Gelar Ratas Tatap Muka

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 11:16 WIB
Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) berbincang dengan Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Ratas tersebut membahas tentang persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pd.
Presiden Jokowi mulai kembali menggelar rapat terbatas secara tatap muka. Ratas digelar dengan penerapan protokol kesehatan. (Hafidz Mubarak A/Antara Foto)
Bogor -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai kembali memimpin rapat terbatas secara tatap muka. Ratas kali ini digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan ratas dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus Corona (COVID-19). Kapasitas peserta ratas dibatasi.



"Rencana ratas dengan penerapan jaga jarak dan tentunya jumlahnya tidak banyak. Kapasitas tetap dikurangi 50%," ujar Heru saat dimintai konfirmasi, Senin (8/6/2020).

Simulasi ratas sudah dilakukan sejak Jumat (5/6). Tiap peserta ratas dipisahkan dengan jarak 2 meter.

Tata letak kursi jelang rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat.Tata letak kursi menjelang rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat. (Foto: dok. Istimewa)



"Hari ini ada dengan konsep jarak kursi masing-masing 2 meter. Kegiatan harus dimulai dengan memperhatikan protokol kesehatan," kata Heru.



Sejak pertengahan Maret lalu, Jokowi biasanya menggelar ratas atau sidang kabinet paripurna secara virtual. Ratas tatap muka kali ini menyusul dengan prosedur tatanan normal baru yang disampaikan Jokowi. Kepala Negara juga sudah mulai kembali melaksanakan salat Jumat di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Kasetpres Heru Budi HartonoKasetpres Heru Budi Hartono (Biro Pers Sekretariat Presiden)



"Kita harus mulai semua kegiatan tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin sehingga terhindar dari COVID-19. Begitu juga kegiatan ekonomi harus sudah mulai sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan tentunya produktif untuk negara dan keluarganya," jelas Heru.

(dkp/hri)