Penjelasan BMKG Terkait Banjir Rob yang Belum Surut di Wilayah Pesisir Jakut

Eva Safitri - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 08:49 WIB
ilustrasi kantor bmkg
Ilustrasi (Foto: Farih Maulana/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan banjir rob kali ini berbeda dengan sebelumnya. Perbedaannya karena limpasan air dari laut kali ini terjadi cukup besar.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi Herizal mengatakan limpasan yang cukup besar itu disebabkan karena beberapa faktor yang terjadi secara bersamaan. Di antaranya pasang purnama, gelombang tinggi di sepanjang Laut Jawa, hujan lebat di beberapa wilayah di Pantura.

"Kemarin itu air yang melimpas cukup banyak karena variabel penyebabnya terjadi bersamaan, yaitu: pasang purnama, gelombang tinggi di sepanjang Laut Jawa, hujan lebat di beberapa wilayah di Pantura," kata Herizal, ketika dihubungi, Minggu (7/6/2020).

"Variabel variabel ini yang menyebabkan air laut melimpas ke pesisir utara cukup besar. Di daerah-daerah dengan elevasi atau tinggi di bawah tinggi muka laut menimbulkan banjir rob yang cukup besar. Karena besar surutnya juga tidak bisa cepat," sambungnya.

Herizal mengatakan ada penyebab lain jika limpasan air masih terjadi. Namun, yang pasti saat ini fase purnama sudah selesai dan gelombang di Laut Jawa sudah berkurang. Bisa jadi menurutnya karena curah hujan yang tinggi di berapa wilayah masih berlangsung.

"Saat ini fase pasang purnama sudah lewat, tinggi gelombang di Laut Jawa juga sudah berkurang. Artinya tinggal dua variabel yaitu curah hujan tinggi yang masih terjadi di beberapa wilayah dan tinggi air muka laut yang lebih tinggi dari normalnya. Banjir rob masih ada, tapi intensitasnya sudah menurun," katanya.

BMKG akan terus memantau seluruh faktor yang kemungkinan akan terjadi. "BMKG terus memantau seluruh variabel tersebut dan akan memberikan peringatan jika variabel-variabel tadi terjadi bersamaan (pasang purnama, gelombang tinggi dan hujan lebat)," tuturnya.

Banjir rob di wilayah Pesisir Jakarta Utara sudah terjadi sejak Kamis (4/6) malam. Hingga saat ini masih ada beberapa wilayah yang tergenang banjir.

Tonton video 'Cuaca Ekstrem Masih Bisa Terjadi Hingga Maret':

(eva/lir)