Kemenhub Buat Strategi Optimalisasi Tol Laut di Masa New Normal

Yudistira Imandiar - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 11:18 WIB
tol laut
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Terkait penerapan pola new normal, Kementerian Perhubungan memastikan pengiriman barang melalui tol laut tetap berjalan optimal. Serangkaian mekanisme disiapkan untuk memperlancar pengiriman barang melalui jalur laut.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Wisnu Handoko menegaskan, di masa new normal ini pihaknya tetap mendistribusikan logistik dan mencoba menggerakkan perekonomian rakyat, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.


"Roda ekonomi harus bergerak dan perusahaan tetap bisa menjalankan bisnisnya sehingga pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi hal tersebut," ujar Capt. Wisnu dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2020).

Ia mengungkapkan, salah satu strategi yang akan diterapkan adalah dengan mengoptimalkan Logistic Communication System (LCS). Melalui LCS, data muatan akan lebih diperketat untuk mencegah penyimpangan SOP penyelenggaraan program tol laut.

"Oleh karena itu, implementasi pelaksanaan SOP pengiriman barang akan diperketat dengan meregistrasi sesuai KTP dan NPWP," tegas Capt. Wisnu.


Ditambahkan Capt. Wisnu, LCS yang dikembangkan Telkom akan terus diperbaharui agar mampu membantu dan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi jadwal kapal, posisi tracking kapal, ketersediaan kontainer, shipping order, serta manifest. Biaya pengiriman, data statistik pengiriman muatan berangkat dan balik, sampai dengan harga jual barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) juga dapat dilihat melalui LCS.

Ia menjabarkan, pihaknya akan memfasilitasi proses bisnis pemesanan, pengiriman kontainer, transparansi standarisasi biaya logistik dan disparitas harga bapokting.

"Nantinya, tidak hanya menghilangkan kontak fisik, tetapi juga bisa merangsang persaingan sehat karena pelaku usaha bakal saling memantau harga yang diterapkan masing-masing. Para pelaku bisnis wajib mengunggah biaya jasa mereka masing-masing," terang Capt. Wisnu.

Kemenhub, kata dia, berharap di masa new normal tol laut bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha perdagangan bapokting antarpulau untuk meningkatkan volume pengiriman barang guna memenuhi kebutuhan daerah. Ia juga mengapresiasi daerah yang mengirimkan barang produksi lewat tol laut.

"Kami sangat apresiasi beberapa kepala daerah sudah membuktikan komitmennya untuk mengirim muatan balik produksi daerah seperti Morotai, Bitung, Tahuna, Saumlaki, bahkan ada yang sampai mengirimkan muatan baliknya hingga 54 TEUs, di mana mayoritas muatan berisi ikan, kayu, kopra, dan lainnya," terang Capt. Wisnu.


Tol laut juga menjadi sarana untuk pengiriman berbagai kebutuhan pokok untuk kepentingan masyarakat. "Baik Bulog maupun Kemendag memastikan akan melakukan pengiriman beras, gula, minyak goreng, tepung dan bapokting lainnya ke berbagai pelosok nusantara dengan memanfaatkan kapal-kapal Tol Laut," kata Capt. Wisnu.

Ia menambahkan, selama pandemi COVID-19, kapal barang dan kapal angkutan laut khusus tetap diizinkan beroperasi dengan melaksanakan ketentuan protokol kesehatan dan kriteria pembatasan perjalanan orang yang pelaksanaanya akan diawasi secara lebih ketat.

(mul/ega)