Gempa M 6,8 di Malut Terjadi Akibat Aktivitas Lempeng di Laut Filipina

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 16:54 WIB
Ilustrasi gempa
Foto: Ilustrasi
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa magnitudo 6,8 yang terjadi di Daruba, Maluku Utara (Malut) terjadi karena aktivitas lempeng di Laut Filipina. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan hindari bangunan yang retak.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Laut Filipina. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ucap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangannya, Kamis (4/6/2020).

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Morotai dalam skala IV MMI yang artinya bila gempa terjadi siang hari dirasakan banyak orang dalam rumah. Gempa juga dirasakan di Manado, Bitung, Minahasa, Bolmong, Ternate, Sitaro, Tahuna, Tobelo, Sofifi, dan Talaud dalam skala II-III MMI yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan akan truk berlalu.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat.

Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG mengimbu masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," kata Rahmat.

Simak video 'Gempa M 4,8 Guncang Aceh, Sejumlah Bangunan Rusak':

(aik/jbr)