Jika PSBB Disetop, PDIP Minta New Normal Diawasi Sangat Ketat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 14:08 WIB
Ketua Fraksi DPRD DKI Gembong Warsono
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono (Foto: Deny Prastyo Utomo)

Menurutnya, wilayah tersebut ditunda dulu penerapan new normal. Begitu juga dengan sekolah agar tetap ditutup sementara.

"Pemprov dapat melakukan evaluasi menyeluruh, dan memetakan, daerah-daerah yang dikategorikan masuk klaster hijau, dapat diterapkan new normal, tempat-ibadah dapat dibuka, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, kemudian daerah yang dikategorikan merah tunda dulu penerapan new normalnya. Khusus sekolah kami berpendapat jangan diterapkan new normal dulu," ucapnya.

Untuk diketahui, DKI Jakarta telah menerapkan PSBB sejak 10 April dan sudah mengalami dua kali perpanjangan. Jadi, sejauh ini sudah mengalami tiga kali masa PSBB dan besok merupakan hari terakhir PSBB di DKI Jakarta, jika tidak ada perpanjangan lagi.

Per akhir Mei, angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19 di Jakarta dinyatakan turun lagi. Pihak yang menghitungkan angka reproduksi efektif (Rt) untuk Pemprov DKI adalah tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

"Tren Rt-nya terus menurun," kata anggota tim FKM UI, Pandu Riono, kepada detikcom, Selasa (2/6).

Hitung-hitungan dimulai pada 18 Mei. Saat itu, angka median Rt menunjukkan 1,09; low Rt sebesar 0,94; dan high Rt 1,22. Pada 25 Mei alias sepekan kemudian, angka Rt sudah turun. Median Rt menjadi 1,06; low Rt menjadi 0,92; dan high Rt menjadi 1,19.

Hitung-hitungan terakhir, yakni pada 31 Mei, angka Rt turun lagi ketimbang sepekan sebelumnya. Median Rt menjadi 1,00; low Rt menjadi 0,87; dan high Rt menjadi 1,13. Penyebab turunnya Rt untuk Jakarta ini adalah penerapan PSBB, layanan tes, dan contact tracing.

Halaman

(eva/dnu)