Ketua Ahli Kesehatan Masyarakat: DKI Belum Waktunya Akhiri PSBB 4 Juni

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 12:56 WIB
Suasana di Pasar Jatinegara tampak ramai oleh warga. Meski PSBB masih diterapkan, warga ramai-ramai datang ke pasar untuk berbelanja kebutuhan jelang Lebaran.
Ilustrasi Warga Saat PSBB Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jakarta Anies Baswedan berharap 4 Juni besok menjadi hari terakhir pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota. Namun ahli kesehatan masyarakat menyarankan agar Jakarta tidak dulu mencabut PSBB pada 4 Juni.

"DKI, saya katakan saat ini belum waktunya. Ini karena kita khawatir orang balik masuk Jakarta," kata Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI), Ede Surya Darmawan, kepada detikcom, Rabu (3/6/2020).

IAKMI melihat masih ada potensi penularan baru dari arus balik pasca-mudik. Lebih baik, Jakarta menunggu agar musim arus balik ini benar-benar berakhir sembari melihat perkembangan tingkat penularan virus Corona di Jakarta.

"Kalau mengikuti waktu, dugaan kami di IAKMI yang kami presentasikan ke Menko PMK, masih harus ada kewaspadaan di bulan Juni ini. Sebab, saat ini yang sudah pulang kampung masih ingin kembali ke Jakarta," kata Ede.

IAKMI mendukung pengendalian arus balik ke Jakarta. Soalnya, bila arus balik tidak dibendung maka bahaya virus Corona gelombang kedua bisa menjadi nyata. Orang yang kembali ke Jakarta berpotensi tertular COVID-19 di kampung halaman dan menularkan kembali penyakit itu di Ibu Kota, atau bisa pula warga arus balik tertular COVID-19 begitu sampai di Jakarta.

"Saran saya, DKI Jakarta seharusnya tidak mencabut PSBB dulu tapi lihatlah dulu kondisinya. Kalau langsung longgar, orang akan masuk ke Jakarta," kata dia.

Simak video 'Pesan Pemerintah dalam Menyambut Kehidupan Normal Baru':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3