Rukun Islam Kelima Haji, Ini Istilah-istilah yang Harus Diketahui

Tim Hikmah detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 11:38 WIB
Saudi Minta Umat Muslim Tunda Ibadah Haji
Foto: DW (News)/Rukun Islam Kelima Haji, Ini Istilah-istilah yang Harus Diketahui
Jakarta -

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama mengumumkan pembatalan ibadah haji tahun 2020 karena pandemi corona. Haji merupakan rukun Islam kelima.

Dalam buku bertajuk 'Rukun Islam' karya Slamet Mulyono, rukun Islam adalah pokok-pokok ajaran Islam. Rukun Islam ada lima yakni:

1. Mengucapkan dua kalimat syahadat
2. Mengerjakan sholat
3. Mengerjakan zakat
4. Menjalankan puasa Ramadhan
5. Naik haji jika mampu

Kembali ke haji, berdasarkan buku karya Gus Arifin berjudul Tip & Trik Ibadah Haji & Umrah, haji adalah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan beberapa amalan seperti thawaf, sa'i dan wukuf di Arafah, serta amalan lainnya pada masa tertentu demi memenuhi panggilan Allah dan mengharap ridha-Nya.

Perbedaan haji dengan umrah, haji dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah. Sedangkan umrah bisa dilakukan kapan pun.

Keutamaan ibadah haji dan umrah disebutkan dalam hadits Al Bukhari dan Muslim. "Dari Abu Hurairah dia berkata Rasulullah ditanya amal ibadah apakah yang paling utama? Beliau bersabda beriman kepada Allah dan RasulNya. Dikatakan (kepadanya): Kemudian apa? Beliau bersabda: 'Jihad di Jalan Allah'. Dikatakan (kepadanya) kemudian apa? Beliau bersabda: 'Haji yang mabrur."

Doa dan permohonan orang yang berhaji atau umrah juga disebutkan akan dikabulkan. Dalam hadits Tabrani disebutkan "Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang haji dan umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka maka mereka menjawab panggilan-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia pun memberikan permohonan mereka.

Berikut istilah-istilah haji dan umrah:

1. Rukun haji adalah rangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan yang lain walaupun dengan dam. Jika rukun haji ditinggalkan maka tidak sah hajinya.

2. Wajib haji adalah rangkaian amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji namun bila tidak dikerjakan karena uzur syar'i sah hajinya akan tetapi harus membayar dam.

3. Umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan thawaf, sai, dan bercukur (tahallul) demi mengharap ridha Allah.

4. Badal artinya mengganti atau menukar. Dalam kaitan dengan ibadah haji atau umrah, adalah menggantikan orang lain karena uzur atau telah meninggal dunia untuk mengerjakan haji atau umrah. Atau juga menggantikan orang lain dalam hal melontar jumrah.

5. Kakbah adalah rumah bersegi empat atau kubus, dan menjadi kiblat umat Islam ketika mengerjakan ibadah sholat.

6. Miqat Zamani adalah batas waktu melaksanakan haji. Menurut Jumhur ulama, Miqat Zamani mulai tanggal 1 syawal sampai terbit fajar 10 Dzulhijjah.

7. Miqat Makani adalah batas tempat untuk melaksanakan ihram atau umrah.

8. Ihram adalah niat mulai mengerjakan ibadah haji atau umrah. Orang yang berpakaian umrah disebut muhrim. Sering tertukar dengan mahram yakni orang yang haram dinikahi.

9. Thawaf adalah mengelilingi Kakbah 7 kali. Saat Thawaf, Kakbah selalu di sisi kiri, dimulai dan diakhiri di sudut (rukun) yang sejajar Hajar Aswad.

10. Thawaf Ifadhah adalah thawaf rukun haji yang harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan dalam melaksanakan haji.

11. Thawaf Wada adalah thawaf yang dilakukan sebagai penghormatan terakhir sebelum meninggalkan Makkah. Thawaf Wada hukumnya wajib dalam melaksanakan haji.

12. Thawaf Qudum adalah thawaf yang dilaksanakan sebagai penghormatan pada saat pertama masuk Masjidil Haram. Thawaf Qudum hukumnya sunah.

13. Sa'i adalah berjalan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak 7 kali.

14. Tahalul adalah mencukur rambut kepala setelah seluruh rangkaian haji selesai. Waktunya sekurang-kurangnya adalah setelah lewat tanggal 10 Dzulhijjah.

(nwy/erd)