Gerindra Minta Semua Sektor Dibuka Setelah PSBB III DKI Berakhir, Kecuali...

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 11:28 WIB
Petugas memeriksa penumpang di dalam kendaraan yang melintas di Posko Check Point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2020). PSBB diterapkan di Padang dan kabupaten/ kota lain di provinsi itu mulai Rabu (22/4/2020) hingga 5 Mei 2020 untuk menghentikan penyebaran COVID-19, diantaranya dengan membatasi aktivitas di luar rumah, wajib menggunakan masker serta pembatasan jumlah penumpang kendaraan roda empat dan roda dua.
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta -

Tren reproduksi corona di DKI Jakarta menurun beberapa hari belakangan ini. Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI menilai sudah seharusnya seluruh sektor industri dan pangan dibuka kembali.

"Jadi kita juga ada dua hal pertama, tetap jadi prioritas terkait masalah kesehatan masyarakat, bagaimana bisa keluar dari pandemi, kedua ekonomi ini kan harus tumbuh juga, sama halnya dengan di negara lain, hanya saja pola dan caranya yang berbeda," kata Wakil Ketua F-Gerindra DKI Adyka ketika dihubungi, Rabu (3/6/2020).

"Kemudian bagaimana supaya ekonomi berputar, pembukaan secara bertahap harus dilakukan, kapan dimulai, tempat rumah makan, mall ini harus diatur lebih lanjut," sambung Andyka.

Untuk diketahui, DKI Jakarta telah menerapkan PSBB sejak 10 April dan sudah mengalami dua kali perpanjangan. Jadi, sejauh ini sudah mengalami tiga kali masa PSBB dan besok merupakan hari terakhir PSBB di DKI Jakarta.

Namun, Andyka meminta wilayah yang termasuk dalam zona merah harus diawasi ketat. Pemprov DKI juga harus lebih menegakkan aturan kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Kita kan ada 62 RW yang masuk red zone, tentunya diperlukan pengawasan khusus untuk RW-RW tersebut. Dan kalau masih banyak masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan, itu enforecement benar-benar harus ditegakkan, karena memang saya sendiri belum mendengar dari pergub yang diperdengarkan ada sanksi 250 ribu, tapi belum pernah mendengar ada sanksi yang ditekankan langsung," katanya.

Andyka mengecualikan sektor pendidikan. Menurutnya, sektor pendidikan tidak perlu dibuka terlebih dahulu sampai penyebaran kasus corona pulih.

"Bagaimana dengan dunia pendidikan, itu tidak usah dibuka terlebih dahulu, sampai benar-benar pulih, baru ini bisa benar benar dibuka harus perbandingan 1:0," katanya.

Per akhir Mei, angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19 di Jakarta dinyatakan turun lagi. Pihak yang menghitungkan angka reproduksi efektif (Rt) untuk Pemprov DKI adalah tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

"Tren Rt-nya terus menurun," kata anggota tim FKM UI, Pandu Riono, kepada detikcom, Selasa (2/6/2020).

Hitung-hitungan dimulai pada 18 Mei. Saat itu, angka median Rt menunjukkan 1,09; low Rt sebesar 0,94; dan high Rt 1,22. Pada 25 Mei alias sepekan kemudian, angka Rt sudah turun. Median Rt menjadi 1,06; low Rt menjadi 0,92; dan high Rt menjadi 1,19.

Hitung-hitungan terakhir, yakni pada 31 Mei, angka Rt turun lagi ketimbang sepekan sebelumnya. Median Rt menjadi 1,00; low Rt menjadi 0,87; dan high Rt menjadi 1,13. Penyebab turunnya Rt untuk Jakarta ini adalah penerapan PSBB, layanan tes, dan contact tracing.

(eva/fjp)