Impor 37 Kg Sabu Johor-Marina Ancol, 3 WN Malaysia Dipenjara Seumur Hidup

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 10:44 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi palu hakim (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tiga warga negara (WN) Malaysia, Muhammad Ikhsan Firdaus (28), Rahizam (44) dan Sallaehuddin (53) dipenjara seumur hidup. Ketiganya terbukti menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 37 kg lewat dermaga Marina Ancol, Jakarta Utara.

Kasus bermula saat komplotan itu menggelar rapat di sebuah kafe kopi di Kawasan Kempas, Johor, Malaysia pada 28 Mei 2019. Mereka bersepakat akan menyelundupkan sabu ke Jakarta lewat jalur laut.

Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Senibong Cove, Marina, Johor pada 1 Juni 2019 petang. Sabu dimasukkan ke dalam tas dan disimpan di kamar nakhoda.

Memasuki hari ketiga, kapal memasuki perairan Bangka Belitung dan mengisi bahan bakar. Setelah bersandar 10 jam, perjalanan dilanjutkan ke Jakarta.

Pada 4 Juni 2019 pagi, kapal bersandar di dermaga Batavia Marina Ancol. Namun pergerakan mereka sudah terendus aparat dari Mabes Polri sehingga komplotan itu dibekuk. Mafia sabu dari Malaysia tak berkutik dan diproses secara hukum hingga pengadilan.

Pada 12 Maret 2020, Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Muhammad Ikhsan Firdaus (28), Rahizam (44) dan Sallaehuddin (53). Putusan ini di bawah tuntutan jaksa yaitu hukuman mati. Karena tidak sesuai dengan tuntutannya, jaksa mengajukan banding.

"Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 1230/Pid.Sus/2019/PN.Jkt.Utr tanggal 12 Maret 2020, yang dimintakan banding tersebut," ujar majelis sebagaimana dilansir website MA, Rabu (3/6/2020).

Duduk sebagai ketua majelis Sugeng Hiyanto dengan anggota Achmad Yusak dan Nur Hakim. Majelis banding menyatakan dapat menyetujui dan membenarkan putusan Pengadilan Negeri, oleh karena dalam pertimbangan-pertimbangan hukumnya telah memuat dan menguraikan dengan tepat dan benar semua fakta hukum serta alasan-alasan yang menjadi dasar dalam putusan.

"Bahwa para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika yaitu tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan narkotika golongan I," pungkas majelis dalam sidang pada 27 Mei 2020.

Simak video 'BNN Ciduk Pengedar Narkoba di Cikarang Saat Sedang Transaksi':

(asp/mae)