Usut Kasus Dugaan Korupsi Alsintan Kementan 2015, Kejagung Periksa 4 Saksi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 21:18 WIB
gedung kejagung
Gedung Kejagung (dok. detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) pada Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2015. Hari ini penyidik memeriksa 4 saksi terkait kasus tersebut.

"Hari ini Selasa, 2 Juni 2020 Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan 4 orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) Tahun Anggaran 2015," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Adapun saksi yang diperiksa di antaranya Dwi Satrianto selaku Kasubdit Pengelolaan Katalog Pengembangan Sistem LKPP TA 2015 selaku Tim Pengembangan E-Katalog LKPP tahun 2015, Sigit Apriyanto selaku Pokja E-Katalog LKPP Tahun 2014, Thanthawi Jauhari selaku Pokja E-Katalog LKPP Tahun 2015, serta R Prapto Warsono selaku Direktur PT Cakrawala Cipta Karya.

Diketahui pada awal 2019 telah dimulai proses penyidikan perkara pengadaan alat mesin pertanian di antaranya traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, seeding tray, dan pompa air untuk peningkatan produksi padi tahun 2015. Hari mengatakan pemeriksaan saksi hari ini guna mencari bukti-bukti terkait dugaan kasus korupsi itu.

"Para pihak yang diperiksa sebagai saksi berkaitan dengan proses lelang yang diduga mempunyai andil hingga gagalnya pengadaan alsintan tersebut. Di mana berdasarkan keterangan para saksi dapat digunakan untuk jadi alat bukti guna dimintakan pertanggungjawaban atas kerugian keuangan negara pada pengadaan alsintan pada Kementan RI," ujarnya.

Hari mengatakan pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan COVID-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan penyidik yang sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap serta bagi para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

(yld/jbr)