Mendagri Ajak Pusat-Pemda Bersatu Tangani Banjir di Jabodetabekpunjur

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 20:43 WIB
Mendagri Tito Karnavian (Dok. Istimewa)
Mendagri Tito Karnavian (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menghadiri rapat virtual penandatanganan dokumen komitmen bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur). Tito menekankan penanganan banjir di Jabodetabek tak bisa dilakukan parsial.

Rapat itu digelar di ruang sidang utama Gedung A Lantai 3 kantor Kemendagri, Jakarta (2/6/2020). Penandatanganan dokumen komitmen bersama penanggulangan banjir dan longsor di kawasan Jabodetabekpunjur secara virtual itu dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil dan diikuti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta Gubernur Banten Wahidin Halim.

"Ini terkait antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kita ketahui berapa tahun terjadi banjir di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya bahkan di Bekasi, di Tangerang, Tangsel, di Depok, juga ada banjir. Di daerah lain di luar daerah ini juga banjir seperti di Kabupaten Bogor juga ada longsor di daerah-daerah hulu," kata Tito dalam keterangan tertulis dari Puspen Kemendagri.

Menurut Tito, dalam masalah banjir, Jabodetabekpunjur tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Ini karena daerah hulu, terutama yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, merupakan wilayah tangkapan air. Ketika di hulu ada banjir, daerah lainnya yang saling terhubung, seperti Kota Bogor, Depok, dan juga daerah-daerah hilirnya, seperti Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, ikut terdampak.

Mendagri Tito menegaskan perlunya kegiatan bersama untuk menangani banjir di Jabodetabekpunjur yang juga jadi perhatian serius Presiden Jokowi. Di awal tahun lalu, Presiden sampai melakukan rapat dengan memanggil langsung para kepala daerah dan para menteri terkait.

"Saya juga hadir pada saat itu di Istana, di mana penyampaian dari Bapak Presiden perlu adanya kerja sama yang terpadu antara daerah-daerah hulu tengah dan hilir. Untuk itu sudah pernah kita inisiasi dari awal untuk melaksanakan rapat-rapat awal antara kementerian dan lembaga yang di pusat dan daerah dan kemudian Kemendagri juga mendorong untuk komunikasi, menjembatani antara langkah-langkah pusat dan daerah," katanya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2