KPU Kaji Penyediaan Masker untuk Seluruh Pemilih Saat Pilkada

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 20:20 WIB
Opsi Penundaan Pilkada
Foto: detik
Jakarta -

Pemerintah bersama Komisi II DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyepakati pemilihan kepala daerah serentak dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Penyelenggaraan tiap tahapan dijanjikan menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dengan ketat.

KPU sendiri meminta anggaran tambahan sekitar Rp 535 miliar untuk melindungi penyelenggara, peserta pemilu serta pemilih dari bahaya terjangkit virus Corona. Duit sebesar itu rencananya digunakan untuk membeli baju pelindung diri, sarung tangan, cairan disinfektan, pelindung wajah, hingga masker.

Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyampaikan soal aspek keselamatan, aspek pelaksanaan hak pilih, dan aspek ketersediaan alat pelindung masih dalam pembahasan internal KPU. Pengadaan masker misalnya berdasarkan standar protokol kesehatan, masyarakat diwajibkan memakai masker kalau keluar rumah atau mengikuti kegiatan di luar rumah.

"Pembahasannya apakah seseorang yang tidak membawa masker, tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Padahal hak pilih itu merupakan hak konstitusional warga negara," ujar Raka dalam diskusi virtual yang digelar alumni Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Selasa, (2/6/2020).

Dalam pembahasan, menurut Raka muncul pilihan, setiap pemilih diimbau untuk menggunakan masker pada hari pemilihan. Namun tiap Tempat Pemungutan Suara menyediakan masker cadangan jika ada pemilih yang tidak membawa masker. "Lalu bagaimana jika ternyata yang tidak membawa lebih banyak daripada masker yang disediakan?," katanya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3