Polri Sebut Terduga Teroris Penyerang Mapolsek Daha Selatan Lone Wolf

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 17:14 WIB
Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta Cek TKP Polsek Daha yang Diserang Teroris
Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta cek TKP penyerangan teroris di Mapolsek Daha Selatan (dok. Bidang Humas Polda Kalsel)
Jakarta -

Polri menyebut AR, terduga teroris yang menyerang Mapolsek Daha Selatan, adalah seorang lone wolf. Artinya, AR tak tergabung dengan jaringan teroris.

"Dia adalah lone wolf," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/6/2020).

Argo menerangkan AR mempelajari paham radikal seorang diri. Hal-hal mengenai radikalisme didapat AR dari internet.

"Dia bisa mempelajari, mendapat pengetahuan dari internet sehingga dia membaca sendiri, membayangkan sendiri, dan dia memprediksi sendiri," ucap Argo.

Sebelumnya diberitakan, terjadi peristiwa penyerangan di Mapolsek Daha Selatan oleh terduga teroris berinisial AR pada Senin (1/6). Pelaku merangsek masuk ke mapolsek dan membakar sebuah mobil patroli.

Setelah itu, pelaku langsung mendatangi petugas piket polsek dan melakukan penyerangan dengan samurai. Ada dua anggota Polsek Daha Selatan yang menjadi korban penyerangan.

Penyerangan itu menyebabkan Bripka Anumerta Leonardo Latupapua gugur. Sedangkan satu korban lainnya, Brigadir Djoman Sahat Manik Raja, mengalami luka sabetan samurai, tapi nyawanya tertolong.

Peristiwa penyerangan terjadi pada Senin (1/6) dini hari, tepatnya pukul 02.15 WIB. Polisi menemukan surat ancaman dan bendera ISIS pada tas pinggang pelaku. Polisi juga mendapat informasi AR telah menitipkan uang Rp 1,8 juta untuk biaya pemakaman dirinya kepada orang tua.

(aud/jbr)