Polisi Tangkap 2 Jambret dan 5 Penadah Barang Curian di Lombok Tengah

Faruk Nickyrawi - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 16:50 WIB
Ilustrasi Begal, Rampok, Jambret. Andhika Akbarayansyah/infografis.
Foto ilustrasi jambret. (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Mataram -

Polsek Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menangkap tujuh pelaku kejahatan yang selama ini meresahkan warga, khususnya di wilayah Baru Kilang. Dari 7 pelaku itu, dua orang di antaranya penjambret dan lima lainnya penadah barang curian.

Penangkapan yang dilakukan oleh Tim Resmob Lombok Barat dengan Polsek Barukilang itu berawal dari adanya laporan terkait kasus penjambretan yang terjadi di wilayah Pancor Doa pada Senin (1/6) siang.

Aksi penjambretan itu mengakibatkan korban mengalami kecelakaan ketika berusaha mengejar para pelaku yang merampas handphone.

"Dua orang yang penjambret itu RF (23) dan AP (22), warga Kecamatan Kopang. Anggota melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya masing-masing," kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020).

Setelah menangkap kedua pemuda tersebut, polisi kemudian mengembangkan kasus terhadap pelaku tentang siapa saja yang ikut terlibat dalam aksi mereka. Para pelaku pun tak bisa mengelak lalu menyebut lima orang yang biasa mengambil atau membeli barang hasil curian mereka.

"Sedangkan terduga pelaku penadah yakni inisial YP (30), LE (31), MA (28), dan SP (23) warga Desa Terare, Lombok Timur, serta AW (15), warga Desa Kopang Lombok Tengah," ujar Priyo.

Para pelaku pun kini tengah diamankan di Mapolres Lombok Tengah. Polisi menyita barang bukti satu buah handphone dan dua unit sepeda motor yang biasa digunakan para pelaku untuk beraksi.

(ear/elz)