RSU Pancaran Kasih Jawab Viral Sogok Keluarga Pasien COVID yang Meninggal

Angelica Rawis - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 15:37 WIB
Screenshot video klarifikasi Dirut RSU Pancaran Kasih
Foto: Screenshot video klarifikasi Dirut RSU Pancaran Kasih
Manado -

Beredar video keluarga pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) Pancaran Kasih, Manado, merasa disogok pihak rumah sakit agar pasien yang meninggal dunia itu dinyatakan positif COVID-19. Direktur RSU Pancaran Kasih Frangky VT Kambey angkat bicara.

Kejadian ini terekam dalam video dan ramai diperbincangkan di Facebook. Salah satu akun menuliskan bahwa pasien ini sebenarnya meninggal sakit jantung, namun--masih berdasarkan tulisan akun FB ini--pihak dokter menyogok keluarga agar pasien meninggal dunia ini dijadikan korban COVID-19.

Dirut RSU Pancaran Kasih menanggapi video viral ini. Dia menjelaskan mekanisme ketika seorang pasien masuk rumah sakit.

"Mengenai berita viral di media sosial, setelah kami diskusi dan berkonsultasi dengan Ketua Gugus Tugas Manado, dalam hal ini Wali Kota Manado Vicky Lumentut, kami disarankan untuk memberikan klarifikasi. Setiap pasien yang masuk di RSU Pancaran Kasih, baik ODP, PDP atau positif COVID-19 terkonfirmasi, pada saat masuk, kami langsung notifikasi ke Gugus Tugas Manado dan provinsi, dan selama penanganan dan perawatan. Apabila pasien meninggal, kami juga memberitahukan kepada Gugus Tugas Manado dan provinsi," kata Frangky, Selasa (2/6/2020).

Frangky menjelaskan, ketika ada pasien ODP, PDP, bahkan pasien positif COVID-19 yang meninggal, protokol langsung diterapkan.

"Di rumah sakit kami ada yang meninggal dari berbagai agama, masing-masing ada penanganan sesuai dengan keyakinannya. Kebetulan pasien yang meninggal beragama muslim. Jadi kami menggunakan Fatwa MUI Tahun 2020 Nomor 18 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi COVID-19," jelasnya.

Di pasal itu, disebutkan jenazah bisa dimandikan, dikafani, dan disalatkan atas dasar pertimbangan untuk memandikan dan mengkafani oleh petugas dan untuk disalatkan oleh pemuka agama. Petugas yang mengurus jenazah ini bakal diberikan insentif.

Tonton juga video 'Tolak Penjemputan, Puluhan Warga Jaga Rumah Pasien Corona':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2