Ditangkap, Ini 9 Kejahatan Oniara Wonda Bersama KKB di Papua Sejak 2011

Wilpret Siagian - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 11:30 WIB
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (Wilpret/detikcom)

1. Perampasan senjata mesin ringan (SMR) jenis Arsenal di Kabupaten Puncak Jaya pada Januari 2011. Satu personel Brimob Papua gugur dalam peristiwa itu.

2. Penembakan, penyerangan, serta perampasan senpi organik jenis revolver milik Kapolsek Mulia AKP Dominggus Awes di Bandara Mulia Puncak Jaya, November 2011.

3. Perampasan senpi organik Res Lanny Jaya jenis AK-47 yang dipegang oleh Brigpol Amaluddin Elwakan pada 2011 di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya.

4. Penembakan dan penyerangan Polsek Pirime pada November 2012, yang mengakibatkan anggota Polsek berjumlah 3 orang meninggal dunia.

5. Penembakan terhadap rombongan Jendral (Purn) Tito Karnavian, yang saat itu menjabat Kapolda Papua, pada 28 November 2012 saat akan menuju ke TKP Polsek Pirime.

6. Penyerangan dan penembakan serta pencurian senjata api anggota Polri di Jalan Trans Indawa-Pirime pada 28 Juli 2014.

7. Penembakan terhadap anggota TNI 756 di lapangan terbang di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, mengakibatkan satu personel TNI mengalami luka tembak pada 2015.

8. Penembakan terhadap personel Satgassus Papua (satgas penegakan hukum saat ini) pada Desember 2017 di Puncak Popome saat melaksanakan kegiatan pemetaan.

9. Penembakan terhadap aparat TNI/Polri (Satgas Ops Nemangkawi) saat akan dilakukan penegakan hukum di Markas Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, pada 3 November tahun 2018.

Atas perbuatannya, lanjut Paulus Waterpauw, Oniara Wenda dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 365 KUHP, dan 351 Ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 55 KUHPidana.

Oniara Wonda ditangkap aparat gabungan Tim Satgas Lidik Nemangkawi pada Minggu (31/5/2020) malam. Oniara Wonda sempat melawan dengan melarikan diri, sehingga dilumpuhkan dengan timah panas.

"Oniara Wonda terpaksa dilumpuhkan timah panas lantaran melawan saat ditangkap aparat keamanan," ujar Irjen Paulus Waterpauw.


(idh/idh)