Alde Maulana Disabilitas yang Gagal jadi PNS BPK Merasa Didiskriminasi

Jeka Kampai - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 19:07 WIB
Penyandang disabilitas merasa didiskriminasi dalam proses rekruitmen PNS BPK RI
Foto: Alde Maulana, CPNS BPK RI perwakilan Sumbar yang batal dilantik (Jeka Kampai-detikcom)
Padang -

Alde Maulana batal dilantik sebagai salah satu PNS di Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar). Alde merupakan CPNS yang mengikuti seleksi melalui jalur disabilitas karena mata sebelah kiri buta 50 persen.

Alde sudah menjalankan tugas-tugas dan orientasi sebagai CPNS di instansi tersebut, namun di akhir proses dirinya dinyatakan tak sehat secara jasmani dan rohani.

"Saya dinyatakan tidak sehat secara jasmani dan rohani," cerita Ade kepada wartawan pada Senin (1/6/2020).

Ade merasa semua proses telah dilalui dengan baik dan benar. Karena itulah dirinya percaya diri akan segera dilantik.

"Saya sudan melewati semua tahapan. Sudah sampai ke bagian akhir menjelang dilantik, tapi (ternyata) tidak dapat panggilan untuk dilantik. Saya diberitahu bahwa tidak sehat secara jasmani dan rohani. Sedihnya di sana, padahal saya memang melamar untuk formasi disabilitas," katanya.

Ia mengungkapkan telah menerima SK CPNS per 1 Maret 2019. Dia kemudian mengikuti kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) selama 4 bulan di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Saya dan kawan-kawan yang dinyatakan lulus kemudian mengikuti diklat di Balai Diklat Medan selama 4 bulan. Kami beradaptasi dengan tugas masing-masing yang diterapkan. Kebetulan saya ambil formasi disabilitas, ambil jabatan pemeriksaan ahli pertama itu calon auditor," ujar dia.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2