Pernyataan Lengkap Pemerintah soal 26.940 Kasus Positif Corona Per 1 Juni

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 17:03 WIB
Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto
Foto: Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto

Saudara-saudara, barang tentu beberapa hal terkait dengan bagaimana kita terapkan secara keseluruhan dalam masyarakat kita untuk kehidupan yang baru akan sangat ditentukan oleh kondisi wilayah itu sendiri. Yang pertama melalui gugus tugas akan memberikan masukan kepada pemerintah daerah. Setelah kita lakukan kajian terhadap aspek epidemiologi penyakit ini di wilayah itu, kemudian kita akan sampaikan data-data tentang sistem kesehatan yang ada di daerah itu, termasuk juga sistem surveilans kesehatan. Atas dasar inilah kita akan bisa melihat bahwa memang ada beberapa kabupaten kota di tanah air kita yang tidak terdampak COVID-19. Daerah-daerah inilah yang semestinya sudah bisa laksanakan tata kehidupan yang baru. Sudah barang tentu ini jadi keputusan pemerintah daerah. Sudah menjadi keputusan yang diambil bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan, seluruh pihak terkait dan seluruh tokoh yang ada di kabupaten kota tersebut. Mengapa ini dilakukan? Karena tahap selanjutnya harus menciptakan kondisi, harus ada upaya pra kondisi yang kita berikan dan sampaikan kepada masyarakat agar memahami betul apa yang harus dilakukan. Bukan hanya sosialisasi, tapi juga edukasi pada aspek kehidupan. Kemudian dilakukan simulasi di berbagai tempat dan fasilitas umum tentang tatanan hidup baru. Bagaimana mengimplementasikan tatanan hidup baru di pasar misalnya, di sekolah misalnya. Di sekolah pun ada strata nya, bagaimana di perguruan tinggi, bagaimana di SMA, di SMP, di SD. Ini harus betul-betul dipahami oleh masyarakat agar mereka meyakini mereka mampu melaksanakan dengan baik. Tentunya, sepanjang perjalanan ini akan dilakukan pemantauan terkait perkembangan epidemiologinya, sistem kesehatan nya, sistem surveilans kesehatannya. Kita berharap dengan cara seperti ini terlihat betul peran yang akan menentukan adalah masyarakat. Peran yang paling menentukan adalah bagaimana masyarakat menyikapinya dengan benar. Inilah yang kemudian kita harapkan tatanan baru kehidupan kita bisa jadi cara bagi kita untuk menjaga aman dari COVID-19.

Saudara-saudara pada hari ini kami sudah lakuakn pemantauan dan kemudian menghimpun seluruh data dan berkomunikasi dengan berbagai pihak yang kemudian menghimpun data ini. Baik dari dinkes, laboratorium yang ditunjuk melaksanakan pemeriksaan serta rumah sakit yang merawat. Kami sudah menyelesaikan pada hari ini sebanyak 10.039 spesimen selesai diperiksa. Namun masih ada 6.525 yang sekarang sedang kita verifikasi dengan laboratorium, dengan RS yang mengirim dan seterusnya, dan beberapa sedang dalam proses pemeriksaan. 10 ribu sudah diselesaikan, 6 ribu masih dalam proses. Total yang sudah kita periksa akumulasinya adalah 333.415 spesimen. Baik yang menggunakan real time PCR maupun tes cepat molekuler.

Saudara-saudara dari hasil pemeriksaan tersebut sudah terkonfirmasi sebanyak 467 positif COVID-19 sehingga angkanya menjadi 26.940 orang. Kenaikan ini tentunya adalah gambaran keseluruhan dari negara kita. Namun, kemudian kita rinci lebih lanjut bahwa kenaikan yang masih cukup tinggi, angka yang masih cukup tinggi kita dapatkan di DKI, di Jawa Timur, di Sulawesi Selatan, di Jawa Barat dan di Kalimantan Selatan.Hari ini 15 provinsi yang tidak ada laporan kasus positif. Oleh karena itu saudara sekalian, kita akan terus berupaya semaksimal mungkin pada provinsi-provinsi yang sekarang masih tinggi angkatnya untuk bisa kita tekan tentunya berbasis dengan bagaimana masyarakat merubah perilakunya.

Kemudian, kasus sembuh 329 orang dinyatakan sembuh dan lepas dari perawatan. Sehingga totalnya jadi 7.637 orang. Meninggal 28 orang sehingga totalnya menjadi 1.641 orang. Sudah 416 kabupaten kota yang terdampak di 34 provinsi. Masih juga dilakukan pemantauan di seluruh provinsi terhadap 48.358 ODP. Pengawasan masih dilakukan terhadap pasien yang diduga COVID-19 sebanyak 13.120 orang.

Saudara-saudara, mari kembali lagi kita cermati data ini sebagai sesuatu yang bisa kita gambarkan bahwa proses penularan masih terjadi di beberapa tempat. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita menyadari ini dan kemudian mengupayakan berbagai hal untuk mencegah penularan. Bagaimanapun juga kita harus hidup dalam tatanan yang baru, yang berfokus pada upaya untuk memutus rantai penularan. Kami tidak henti-hentinya mengingatkan menjaga jarak fisik pada saat kita berinteraksi dengan siapapun. Menggunakan masker menjadi sangat penting. Rajin mencuci tangan, itu juga sesuatu yang harus kita lakukan. Inilah tatanan hidup baru yang harus kita laksanakan. Dengan cara seperti inilah kita bisa memenangkan pengendalian COVID-19.

Saudara-saudara, ikutilah terus informasi mengenai COVID-19 kepedulian kita bersama dibutuhkan untuk bersama-sama memutus rantai ini. Beberapa informasi selalu kami sediakan, baik melalui covid19.go.id, atau melalui call center 119 extension 9 atau juga bisa dilihat di akun media sosial di @lawancovid19id juga banyak sekali layanan telemedicine yang bisa dimanfaatkan oleh semua warga. TVRI dan RRI pun setiap hari menyiarkan secara rutin tentang perkembangan COVID-19 yang diikuti televisi dan radio swasta lainnya.

Saudara, yakinlah bahwa dengan kegotong-royongan, dan kebersamaan, dengan tekad yang bulat dengan konsistensi kita tanpa terputus kita bisa melindungi kita, melindungi keluarga kita, melindungi orang lain dan melindungi bangsa ini. Kita harus berubah. Kita harus mengimplementasikan tatanan hidup yang baru, karena kita tidak ingin sakit, karena kita tidak ingin keluarga kita sakit. Kita harus tetap maju kita harus tetap produktif. Inilah yang menjadi pesan bersama dan komitmen bersama. Kita bisa. Indonesia pasti bisa. Terimakasih. Selamat sore.


(zlf/zlf)